Gua Peninggalan Jepang di Lhokseumawe Jadi Magnet Wisatawan

JUDIHOKI.com - Sebuah gua peninggalan masa penjajahan Jepang yang terletak di Desa Blang Panyang, Kota Lhokseumawe semakin menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Gua ini terletak di ketinggian 100 meter dari permukaan laut Kota Lhokseumawe. Konon, Gua tersebut dibentuk dari hasil kerja paksa oleh penjajahan Jepang sebelum Indonesia merdeka.
Gua Jepang itu kini menjadi salah satu tempat wisata andalan Kota Lhokseumawe. Selain memiliki nilai historis yang tinggi, juga memiliki panorama alam disekitar objek yang lumayan bagus. Konon lagi goa tersebut dimasa penjajahan Jepang silam dijadikan sebagai tempat persembunyian tentara Dai Nippon.
Setiap hari libur, atau Sabtu dan Minggu gua ini terus didatangi para wisata luar maupun lokal. Bagi pengunjung yang mendaki ke gua itu adalah mereka yang penasaran untuk mengetahui lebih dalam peninggalan Jepang tersebut.
Untuk mendaki keatas sana, pengunjung tak perlu repot mendaki dengan kaki. Sebab, sudah ada jalan alternative untuk mendaki, bahkan dapat dilewati dengan menggunakan mobil. Namun mesti berhati-hati jika hujan mengguyur. Apalagi kondisi jalan masih berbatu, pastinya licin.
Tidak sulit untuk menempuh ketinggian bukit seratus meter itu. Diatas sana, ratusan pengunjung sedang mengantri untuk memasuki gua Jepang yang dalamnya gelap gulita. Hanya Rp 5 ribu untuk dua orang, pengunjung diperbolehkan masuk.
Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat mengarahkan pandangannya ke seluruh mata angin. Nah, disitu semuanya menawarkan keindahan tersendiri sembari menikmati semilirnya angin. Jika melihat kea rah selatan, pengunjung dapat melihat rerimbunan pohon.
Jika ke Utara, pengunjung dapat melihat birunya laut Selat Malaka, sedangkan jika melihat ke barat akan terlihat dengan jelas Kilang PT Arun NGL yang tersohor itu.
Dari berbagai sumber menyebutkan, gua ini dibangun pada tahun 1942, atau sebelum Presiden RI Soekarno mendeklarasikan Kemerdekaan RI ditahun 1945. Tampaknya gua ini semata-mata untuk pertahanan kelompok kecil dari serangan musuh.
Bunker yang dibangun Jepang ini jua banyak ditemukan di bibir pantai Lhokseumawe.
Setelah Indonesia merdeka, atau tepatnya di tahun 1965, gua ini diambil alih dan dijadikan sebagai tempat eksekusi pelaku-pelaku yang dianggap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sementara ketika Aceh dilanda konflik, gua ini juga dialih fungsikan yang dijadikan untuk menampung sementara mereka yang diduga terlibat GAM. Penasaran dengan goa tersebut? Silahkan anda kunjungi lokasinya yang tak jauh dari Pusat Kota Lhokseumawe.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gua Peninggalan Jepang di Lhokseumawe Jadi Magnet Wisatawan"

Posting Komentar

loading...