Biasanya,
setiap ada kesempatan saya suka memainkan kemaluanku sendirian. Tapi
belum pernah sampai keluar, waktu itu saya masih belum mengerti apa-apa,
hanya karena rasanya nikmat. Mengambil kesempatan rumah lagi kosong dan
Tante Santi juga belum datang. Setelah pulang sekolah, saya ke kamar
tidurku sendirian memijit-mijit kemaluanku sembari menghayalkan tubuh
Tante Santi yang seksi.
Kubayangkan
seperti yang pernah kulihat di majalah porno dari teman-temankuku di
sekolah. Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa kusadari Tante Santi
sudah tiba di rumahku dan tiba-tiba membuka pintu kamarku yang lupa
kukunci.
Dia
sedikit tercengang waktu melihatku berbaring diatas ranjang telanjang
bulat, sembari memegangi kemaluanku yang berdiri. Aduh malunya setengah
mati, ketangkap basah lagi mainin burung. Segera kututupi kemaluanku
dengan bantal, wajahku putih pucat.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Melihatku
ketakutan, Tante Santi hanya tersenyum dan berkata”, Eh, kamu sudah
pulang sekolah Asan., Tante juga baru saja datang”. Saya tidak berani
menjawabnya.
“Tidak
usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anak-anak mainin
burungnya sendiri” ujarnya. Saya tetap tidak berani berkutik dari tempat
tidur karena sangat malu.
Tante Santi lalu menambah, “Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok”.
“Tidak
apa-apa kan kalau Tante turut melihat permainanmu”, sembari melirik
menggoda, dia kembali berkata “Kalau kamu mau, Tante bisa tolongin kamu,
Tante mengerti kok dengan permainanmu, Asan.”, tambahnya sembari
mendekatiku.
“Tapi
kamu tidak boleh bilang siapa-siapa yah, ini akan menjadi rahasia kita
berdua saja”. Saya tetap tidak dapat menjawab apa-apa, hanya mengangguk
kecil walaupun saya tidak begitu mengerti apa maksudnya.
Tante
Santi pergi ke kamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali ke
kamarku. Lalu dia berlutut di hadapanku. Bantalku diangkat
perlahan-lahan, dan saking takutnya kemaluanku segera mengecil dan
segera kututupi dengan kedua telapak tanganku.
#AGEN CASINO ONLINE
“Kemari dong, kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan
berhati-hati deh”, katanya sembari membujukku. Tanganku dibuka dan mata
Tante Santi mulai turun ke bawah kearah selangkanganku dan memperhatikan
kemaluanku yang mengecil dengan teliti.
Dengan
perlahan-lahan dia memegang kemaluanku dengan kedua jarinya dan
menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil
itu di kepala kemaluanku, senyumnya tidak pernah melepaskan wajahnya
yang cantik.
“Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh” katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Malunya
setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat kemaluanku, apa lagi
memegangnya. Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena
malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat.
“Jangan
takut Asan., kamu rebahan saja”, ujarnya membujukku. Setelah sedikit
tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, saya mulai dapat
menikmati elusan tangannya yang lembut.
Tangannya
sangat mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat
kemaluanku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih nikmat dari
sentuhan tanganku sendiri.
“Lihat
itu sudah mulai membesar kembali”, kemudian Tante Santi melumuri Baby
Oil itu ke seluruh batang kemaluanku yang mulai menegang dan kedua
bijinya.#AGEN POKER ONLINE
Kemudian
Tante Santi mulai mengocok kemaluanku digenggamannya perlahan-lahan
sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusap bijiku yang mulai panas
membara.
Kemaluanku
terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante
Santi yang cantik. Perlahan Tante Santi mendekati mukanya kearah
selangkanganku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang
hangat berhembus di paha dan di bijiku dengan halus. Saya hampir tidak
bisa percaya, Tante Santi yang baru saja kukhayalkan, sekarang sedang
berjongkok diantara selangkanganku.
Setelah
kira-kira lima menit kemudian, saya tidak dapat menahan rasa geli dari
godaan jari-jari tangannya. Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja di
ranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Santi yang
licin dan berminyak. Belum pernah saya merasa seperti begitu, semua
kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat ditengah-tengah
selangkanganku.
Mendadak
Tante Santi kembali berkata, “Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari
pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah”. Saya tidak mengerti
apa yang dia maksud. Dengan tiba-tiba Tante Santi mengeluarkan lidahnya
dan menjilat kepala kemaluanku lalu menyusupinya perlahan ke dalam
mulutnya.
Hampir
saja saya melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, saya
tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras ke dalam
ranjang. Tangannya segera disusupkan ke bawah pinggulku dan
mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang.#AGEN EURO 2016
Kemaluanku
terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya. Kembali
lidahnya menjilat kepala kemaluanku dengan halus, sembari menyedot ke
dalam mulutnya. Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi
seluruh kemaluanku.
Mulut
dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah. Lidahnya dipermainkan
dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk
meyakinkanku. Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya
tampak turun naik disepanjang kemaluanku, saya berasa geli setengah
mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya.
Sekali-sekali
Tante Santi juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan
gigitan-gigitan kecil. Dan perlahan turun ke bawah menjilat lubang
pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa
sangat liar dan hangat.
Saya
hanya dapat berpegangan erat ke bantalku, sembari mencoba menahan
rintihanku. Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti
yang saya hendak menjerit. Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku
menegang, kepala saya mulai pening dari kenikmatan yang berkonsentrasi
tepat diantara selangkanganku.
Mendadak
kurasa kemaluanku seperti akan meledak. Karena rasa takut dan panik,
kutarik pinggulku kebelakang. Dengan seketika, kemaluanku seperti
mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang
lengket dan hangat ke muka dan ke rambut Tante Santi.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Seluruh
badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya.
Saya tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Saya merasa telah berbuat
sesuatu kesalahan yang sangat besar. Dengan napas yang terengah-engah,
saya meminta maaf kepada Tante Santi atas kejadian tersebut dan tidak
berani untuk menatap wajahnya.
Tetapi
Tante Santi hanya tersenyum lebar, dan berkata “Tidak apa-apa kok, ini
memang harus begini”, kembali dia menjilati cairan lengket itu yang
mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa
cairan itu dari kemaluanku sehingga bersih.
“Tante suka kok, rasanya sedap”, tambahnya.
Dengan
penuh pengertian Tante Santi menerangkan bahwa cairan itu adalah air
mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali-sekali. Kemudian dengan
penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan
menciumku dengan lembut dikeningku.
Setelah semuanya mulai mereda, dengan malu-malu saya bertanya, “Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?”.
Tante
Santi menjawab “Yah, kadang-kadang kita orang perempuan juga melakukan
itu, tapi caranya agak berbeda”. Dan Tante Santi berkata yang kalau saya
mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja saya bilang yang saya mau
menyaksikannya.#AGEN CASINO ONLINE
Kemudian
jari-jari tangan Tante Santi yang lentik dengan perlahan mulai membuka
kancing-kancing bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih. Waktu
kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung
dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping.
Kedua
buah dadanya bergelayutan dan bergoyang dengan indah. Dengan halus
Tante Santi memegang kedua tanganku dan meletakannya di atas buah
dadanya. Rasanya empuk, kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras.
Putingnya
warna coklat tua dan agak besar. Tante Santi memintaku untuk
menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apa-apa, saya pencet saja
dengan kasar. Tante Santi kembali tersenyum dan mengajariku untuk
mengelusnya perlahan-lahan.
Putingnya
agak sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya. Tanganku
mulai meraba tubuh Tante Santi yang putih bersih itu. Kulitnya terasa
sangat halus dan panas membara dibawah telapak tanganku. Napasnya
memburu setiap kusentuh bagian yang tertentu. Saya mulai mempelajari
tempat-tempat yang disukainya.
Tidak
lama kemudian Tante Santi memintaku untuk menciumi tubuhnya. Ketika
saya mulai menghisap dan menjilat kedua buah dadanya, putingnya terasa
mengeras di dalam mulutku. Napasnya semakin menderu-deru, membuat buah
dadanya turun naik bergoyang dengan irama.
Lidahku
mulai menjilati seluruh buah dadanya sampai keduanya berkilat dengan
air liurku mukanya tampak gemilang dengan penuh gairah. Bibirnya yang
merah merekah digigit seperti sedang menahan sakit. Roknya yang seksi
dan ketat mulai tersibak dan kedua lututnya mulai melebar perlahan.
Pahanya
yang putih seperti susu mulai terbuka menantang dengan gairah di
hadapanku. Tante Santi tidak berhenti mengelus dan memeluki tubuhku yang
masih telanjang dengan kencang. Tangannya menuntun kepalaku ke bawah
kearah perutnya.#AGEN POKER ONLINE
Semakin
ke bawah ciumanku, semakin terbuka kedua pahanya, roknya tergulung ke
atas. Saya mulai dapat melihat pangkal paha atasnya dan terlihat sedikit
bulu yang hitam halus mengintip dari celah celana dalamnya. Mataku
tidak dapat melepaskan pemandangan yang sangat indah itu.
Kemudian
Tante Santi berdiri tegak di hadapanku dengan perlahan Tante Santi
mulai membuka kancing roknya satu persatu dan membiarkan roknya terjatuh
di lantai. Tante Santi berdiri di hadapanku seperti seorang putri
khayalan dengan hanya memakai celana dalamnya yang putih, kecil, tipis
dan seksi.
Tangannya
ditaruh di pingulnya yang putih dan tampak serasi dengan kedua buah
dadanya diperagakannya di hadapanku. Pantatnya yang hanya sedikit
tertutup dengan celana dalam seksi itu bercuat menungging ke belakang.
Tidak
kusangka yang seorang wanita dapat terlihat begitu indah dan
menggiurkan. Saya sangat terpesona memandang wajah dan keindahan
tubuhnya yang bercahaya dan penuh gairah.
Tante
Santi menerangkan yang bagian tubuh bawahnya juga harus dimainkan.
Sambil merebahkan dirinya di ranjangku, Tante Santi memintaku untuk
menikmati bagiannya yang terlarang. Saya mulai meraba-raba pahanya yang
putih dan celana dalamnya yang agak lembab dan bernoda.
Pertama-tama
tanganku agak bergemetar, basah dari keringat dingin, tetapi melihat
Tante Santi sungguh-sungguh menikmati semua perbuatanku dan matanya juga
mulai menutup sayu, napasnya semakin mengencang.
Saya
semakin berani dan lancang merabanya. Kadang-kadang jariku kususupkan
ke dalam celana dalamnya menyentuh bulunya yang lembut. Celana dalamnya
semakin membasah, noda di bawah celana dalamnya semakin membesar.
Pingulnya
terangkat tinggi dari atas ranjang. Kedua pahanya semakin melebar dan
kemaluannya tercetak jelas dari celana dalamnya yang sangat tipis itu.
#AGEN EURO 2016
Setelah beberapa lama, Tante Santi dengan merintih memintaku untuk
membuka celana dalamnya. Pinggulnya diangkat sedikit supaya saya dapat
menurunkan celana dalamnya ke bawah. Tante Santi berbaring di atas
ranjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
Disitu
untuk pertama kali saya dapat menyaksikan kemaluan seorang wanita dari
jarak yang dekat dan bukan hanya dari majalah. Bulu-bulu di atas
kemaluannya itu tampak hitam lembut, tumbuh dengan halus dan rapi
dicukur, sekitar kemaluannya telah dicukur hingga bersih membuat lekuk
kemaluannya tampak dari depan.
Tante
Santi membuka selangkangannya dengan lebar dan menyodorkan
kewanitaannya kepadaku tanpa sedikit rasa malu. Sembari bangkit duduk di
tepi ranjang, Tante Santi memintaku untuk berjongkok diantara kedua
pahanya untuk memperhatikan vagina nya dari jarak dekat.
Dengan
penuh gairah kedua jarinya mengungkap bibir kemaluannya yang rada tebal
dan kehitam-hitaman dan memperagakan kepadaku lubang vaginanya yang
basah dan berwarna merah muda.
Dengan
nada yang ramah, Tante Santi menggunakan jari tangannya sendiri dengan
halus, menerangkan kepadaku satu persatu seluruh bagian tubuh bawahnya.
Tempat-tempat dan cara-caranya untuk menyenangkan seorang wanita.
Kemudian
Tante Santi mulai menggunakan jari tanganku untuk diraba-rabakan
kebagian tubuh bawahnya. Rasanya sangat hangat, lengket dan basah.
Clitorisnya semakin membesar ketika saya menyentuhnya.
Aroma
dari vaginanya mulai memenuhi udara di kamarku, aromanya menyenangkan
dan berbau bersih. Dari dalam lubang vaginanya perlahan-lahan keluar
cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua
permukaan lubang vaginanya.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Mengingat
apa yang dia sudah lakukan dengan air maniku, saya kembali bertanya
“Boleh nggak saya mencicipi air mani Tante?” Tante Santi hanya
mengangguk kecil dan tersenyum.
Perlahan
saya mulai menjilati pahanya yang putih dan sekitar lubang vagina Tante
Santi yang merah dan lembut. Cairannya mulai mengalir keluar dengan
deras ke selangkangannya. Lidahku menangkap tetesan itu dan mengikuti
aliran cairan itu sampai balik ke asal lubangnya.
Rasanya
agak keasinan dengan berbau sangat khas, tidak seperti kata orang,
cairan Tante Santi sangat bersih dan tidak berbau amis. Begitu pertama
saya mencicipi alat kelamin Tante Santi, saya tahu yang saya dapat
menjilatinya terus-menerus, karena saya sangat menyukai rasanya.
Tante
Santi mendadak menjerit kecil ketika lidahku menyentuh clitorisnya.
Saya tersentak takut karena mungkin saya telah membuatnya sakit. Tetapi
Tante Santi kembali menjelaskan bahwa itu hal biasa kalau seseorang
mengerang waktu merasa nikmat.
Semakin
lama, saya semakin berani untuk menjilati dan menghisapi semua lubang
vagina dan clitorisnya. Pinggulnya diangkat naik tinggi. Tangannya tidak
berhenti memeras buah dadanya sendiri, cengkramannya semakin menguat.
Napasnya
sudah tidak beraturan lagi. Kepalanya terbanting ke kanan dan ke kiri.
Pinggul dan pahanya kadang-kadang mengejang kuat, berputar dengan liar.
Kepalaku terkadang tergoncang keras oleh dorongan dari kedua pahanya.#AGEN CASINO ONLINE
Tangannya
mulai menjambak rambutku dan menekan kepalaku erat kearah
selangkangannya. Dari bibirnya yang mungil itu keluar desah dan rintihan
memanggil namaku, seperti irama di telingaku. Keringatnya mulai keluar
dari setiap pori-pori tubuhnya membuat kulitnya tampak bergemilang di
bawah cahaya lampu.
Matanya
sudah tidak memandangku lagi, tapi tertutup rapat oleh bulu mata yang
panjang dan lentik. Sembari merintih Tante Santi memintaku untuk
menyodok-nyodokkan lidahku ke dalam lubang vaginanya dan mempercepat
iramaku. Seluruh mukaku basah tertutup oleh cairan yang bergairah itu.
Kemudian
Tante Santi memintaku untuk berbalik supaya dia juga dapat menghisap
kemaluanku bersamaan. Setelah melumuri kedua buah dadanya yang busung
itu dengan Baby Oil, Tante Santi menggosok-gosokkan dan menghimpit
kemaluanku yang sudah keras kembali diantara buah dadanya, dan
menghisapinya bergantian.
Kemudian
Tante Santi memintaku untuk lebih berkonsentrasi di clitorisnya dan
menyarankanku untuk memasuki jariku ke lubang vaginanya. Dengan penuh
gairah saya pertama kalinya merasakan bahwa kelamin wanita itu dapat
berasa begitu panas dan basah.
#AGEN EURO 2016
Otot vaginanya yang terlatih terasa memijiti jari tanganku perlahan.
Bibir dan lubang vaginanya tampak merekah, berkilat dan semakin memerah.
Clitorisnya bercahaya dan membesar seperti ingin meledak. Setelah tidak
beberapa lama, Tante Santi memintaku untuk memasukkan satu jariku ke
dalam lubang pantatnya yang ketat.
Dengan
bersamaan, Tante Santi juga masukkan satu jarinya pula ke dalam lubang
pantatku. Tangannya dipercepat mengocok kemaluanku. Pahanya mendekap
kepalaku dengan keras. Pinggulnya mengejang keras.
Terasa
dilidahku urat-urat sekitar dinding vaginanya berkontraksi keras ketika
dia keluar. Saya menjerit keras bersama-sama Tante Santi sembari
memeluknya dengan erat, kita berdua keluar hampir bersamaan. Kali ini
Tante Santi menghisap habis semua air maniku dan terus menghisapi
kemaluanku sampai kering.
Setelah
itu kita berbaring telanjang terengah mengambil napas. Badannya yang
berkeringat dan melemah, terasa sangat hangat memeluki tubuhku dari
belakang, tangannya tetap menghangati dan mengenggam kemaluanku yang
mengecil.
Aroma
dari yang baru saja kita lakukan masih tetap memenuhi udara kamarku.
Wajahnya tampak gemilang bercahaya menunjukan kepuasan, senyumnya
kembali menghiasi wajahnya yang terlihat lelah. Lalu kita jatuh tertidur
berduaan dengan angin yang sejuk meniup dari jendela yang terbuka.
Setelah
bangun tidur, kita mandi bersama. Waktu berpakaian Tante Santi mencium
bibirku dengan lembut dan berjanji yang nanti malam dia akan mengajari
bagaimana caranya bila kejantananku dimasukkan ke dalam kewanitaannya.
Sejak
hari itu, selama satu minggu penuh, setiap malam saya tidur di kamar
tamu bersama Tante Santi dan mendapat pelajaran yang baru setiap malam.
Tetapi setelah kejadian itu, kita tidak pernah mendapat kesempatan
kembali untuk melanjutkan hubungan kami.#AGEN POKER ONLINE
Hanya
ada peristiwa sekali, waktu orangtuaku mengadakan pesta di rumah, Tante
Santi datang bersama suaminya. Di dapur, waktu tidak ada orang lain
yang melihat, Tante Santi mencium pipiku sembari meraba kemaluanku,
tersenyum dan berbisik “Jangan lupa dengan rahasia kita Asan.”
Dua
bulan kemudian Tante Santi pindah ke kota lain bersama suaminya. Sampai
hari ini saya tidak akan dapat melupakan satu minggu yang terbaik itu
di dalam sejarah hidupku.
Dan
saya merasa sangat beruntung untuk mendapat seseorang yang dapat
mengajariku bersetubuh dengan cara yang sangat sabar, sangat profesional
dan semanis Tante Santi.
0 Response to "Cerita Dewasa Menjadi Rahasia Tante Santi"
Posting Komentar