Setelah
mengencangkan sabuk pengaman dan menegakkan sandaran kursi, aku lalu
menaikkan penutup jendela yang tadi aku turunkan, untuk menghidari
masuknya cahaya matahari agar jangan sampai menganggu tidurku.
Dari
jendela pesawat, aku melihat gedung-gedung pencakar langit yang banyak
bertebaran di Bangkok, ibukota Thailand yang dijuluki sebagai negara
“Gajah Putih” itu.
Oh,
ya. Kedatanganku ke Bangkok adalah dalam rangka memenuhi undangan Mr.
Charles Phong, seorang pengusaha sukses serta memiliki beberapa tempat
hiburan terkenal di Bangkok. Mr. Phong akan melaksanakan pesta
pernikahan putri satu-satunya, dan aku diundang khusus untuk menghadiri
pesta tersebut.#AGEN CASINO ONLINE
Perkenalanku
dengan Mr. Charles Phong, berawal dari adanya usaha perampokan dan
perkosaan terhadap putrinya itu di Bali 2 tahun lalu. Waktu itu,
kebetulan aku mendengar ada jeritan wanita minta tolong dalam bahasa
Inggris.
Reflek,
aku coba mencari sumber suara minta tolong itu, dan ternyata di salah
satu tempat yang sepi dan gelap, aku melihat dua orang pemuda tanggung
sedang berusaha memperkosa seorang gadis cantik.
Sebagian
pakaiannya telah copot dari tubuhnya, dan sejumlah uang serta perhiasan
miliknya juga sudah dikuasai pemuda tanggung itu.
Dengan
ilmu bela diri yang aku miliki, akhirnya aku berhasil menggagalkan
upaya pemerkosaan dan perampokan itu, sementara pelakunya aku serahkan
kepada polisi untuk diproses.
Dan
ayah wanita tersebut, yang ternyata seorang pengusaha sukses di
Bangkok, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih padaku, sekaligus
menyatakan aku sebagai saudara angkatnya. Dan meskipun usaha perampokan
dan perkosaan terhadap putrinya itu berhasil aku gagalkan, namun
putrinya tersebut sempat mengalami stress dan trauma selama beberapa
hari.
Sekarang,
putrinya itu akan melaksanakan pernikahan dengan seorang diplomat
Thailand yang masih muda dan ganteng. Mr. Charles Phong beberapa hari
lalu mengirim email agar aku dapat menghadiri pesta pernikahan putrinya
tersebut, sekaligus menstransfer uang sebesar 50.000 Bath (sekitar Rp 10
juta) ke rekeningku untuk biaya keberangkatan aku ke Bangkok.
“Kami
tunggu sekeluarga kedatanganmu di Bangkok, dan kami berharap kamu sudah
sampai di Bangkok sehari menjelang pesta. Kami sekeluarga, terutama
putriku akan sangat kecewa bila kamu tidak hadir dalam pesta kami,”
tulisnya dalam email tersebut.#AGEN POKER ONLINE
Dan
kini, aku telah menginjakkan kaki di bandara Don Muang Bangkok, setelah
terbang beberapa jam dari bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Begitu
selesai cap pasport tanda diizinkan masuk ke negara “Gajah” itu, aku
lalu melangkahkan kaki menuju gerbang keluar.
Ternyata
di pintu tempat para penjemput menunggu, aku melihat seorang cewek
cantik mengenakan jeans dan kaos ketat membentangkan sebuah kertas
karton putih ukuran 30×15cm menutupi dadanya yang bertuliskan, “Sandy”
dan matanya liar memperhatikan satu-persatu penumpang yang keluar dari
Arrival Gate luar negeri.
“Anda
keluarganya Mr. Charles Phong..?” tanya saya dalam bahasa Inggris pada
cewek itu, untuk memastikan apakah benar ia datang untuk menjemputku.
“Sandy..?”
cewek itu bertanya sambil menurunkan kertas karton yang dipajangnya
tadi, sehingga tampaklah bongkahan dadanya yang membusung dibalut kaos
ketat yang melekat di tubuhnya.
Aku
menganggukkan kepala, dan ia langsung memberi kode agar mengikutinya ke
pelataran parkir kendaraan, tempat dimana mobil Jaguar terbaru milik
Mr. Phong di parkir.
Setelah
menaikkan tas jinjing yang berisi beberapa stel pakaianku ke bagasi
mobil itu, akupun dibawa meluncur melewati jalan tol. Cewek yang
menjemputku itu memperkenalkan dirinya dengan nama Weephawi, dan
menjabat sebagai sekretaris di salah satu perusahaan milik Mr. Phong.
“Tapi
aku biasa dipanggil Nanang, dan kamu cukup memanggilku dengan Nanang
saja,” jawabnya sambil tersenyum. Aku membelas senyumnya, dan iapun
mulai bercerita tentang pekerjaannya di kantor, tentang Mr. Phong yang
sangat disegani di Bangkok dan juga di seluruh Thailand.#AGEN TOGEL ONLINE
Ia
juga menceritakan tentang bagaimana aku yang begitu berarti dan
disegani oleh Mr. Phong, sehingga ia dan juga karyawan Mr. Phong lainnya
jadi bertanya-tanya tentang siapa aku sebenarnya.
“Mr. Phong sepertinya sangat menyegani anda.
“Mr. Phong sepertinya sangat menyegani anda.
Bahkan
ketika saya ditugaskan untuk menjemput dan menemani anda selama berada
di Bangkok, Mr. Phong wanti-wanti agar saya melayani anda dengan
sebaik-baiknya dan jangan sampai membuat anda kecewa.
Anda
pastilah orang yang sangat berarti atau begitu penting sekali bagi Mr.
Phong. Soalnya, sangat jarang Mr. Phong memperlakukan tamunya begitu
istimewa seperti anda,” tuturnya.
Aku
hanya tersenyum saja, dan tak mungkin rasanya aku menceritakan semua
kejadian yang menimpa putri Mr. Phong. Hingga Mr. Phong berikrar untuk
menjadikan aku sebagai Saudara angkatnya.
Di
sepanjang perjalanan, aku melihat jalanan yang macet, tak jauh beda
dengan Jakarta. Menjelang sampai di rumah Mr. Phong di Petcbury Road,
aku sempat melihat sebuah gedung bertingkat dengan halamannya yang cukup
luas bertuliskan:
“Kedutaan
Besar Republik Indonesia Bangkok”. Beberapa menit kemudian mobil
berbelok ke kiri memasuki sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.#AGEN BOLA TERBESAR DAN TERPERCAYA
“Sandy,
kita sudah sampai. Ayo kita turun, Mr. Phong sudah menunggu anda di
ruang utama. Tas anda biarkan saja di mobil, setelah bertemu Mr. Phong
kita ke hotel tempat kamu menginap selama di Bangkok,” ujar Nanang
menjelaskan.
Aku
berjalan mengikuti langkah Nanang menuju ruang utama seperti disebutkan
padaku tadi. Begitu sampai di ruang itu, Mr. Phong langsung menyambut
kedatanganku dengan gembira sambil menyodorkan tangannya menyalamiku.
“Selamat
datang di Bangkok, Sandy. Aku akan sangat kecewa sekali jika kamu tidak
datang ke pesta pernikahan anakku yang juga adalah ponakanmu sendiri,”
ujarnya sambil memeluk diriku kuat-kuat.
Akupun
tersenyum sambil menyatakan bahwa aku tak mungkin menolak undangannya,
apalagi untuk menghadiri pesta pernikahan putrinya yang sudah aku anggap
seperti saudara sendiri. Mr. Phong lalu memperkenalkan aku kepada
seluruh keluarga dan kerabatnya yang ada di ruangan itu, sambil tak lupa
menyatakan bahwa aku adalah saudaranya yang ada di Indonesia.
Usai
makan malam bersama di rumah itu, Mr. Phong lalu minta Nanang untuk
mengantarkanku ke hotel Hilton yang tak begitu jauh dari rumahnya untuk
beristirahat, sekaligus mengingatkan Nanang agar selalu mendampingi aku
kemanapun pergi selama berada di Bangkok.
“Sandy,
selama disini kamu akan dilayani oleh Nanang. Apapun yang kamu mau,
sampaikan padanya, dan dia siap melayani dan mengantarkan kamu,” ujar
Mr. Phong sambil tersenyum penuh arti.#AGEN CASINO ONLINE
“Baik pak. Besok jam berapa pesta pernikahannya?” Tanyaku.
“Nanang
sudah tahu itu, dan dia akan mengatur semuanya nanti. Kamu tak usah
memikirkan itu, ok..?” katanya, dan aku hanya menganggukkan kepala saja
tanda mengerti.
Begitu
masuk kamar setelah check in di hotel, aku lalu mengganti pakaian
dengan mengenakan celana pendek dan kaos basket yang selalu aku bawa.
Sementara Nanang, aku lihat sibuk menyusun dan meletakkan bermacam
buah-buahan yang sengaja dibawanya untukku di hotel. Sambil
tidur-tiduran di ranjang, dengan remote control ditangan, aku coba
mencari siara TV yang menarik bagiku.
Usai
membereskan semuanya, Nanang aku lihat pergi ke kamar mandi, dan begitu
keluar ternyata ia telah mandi dan menukar pakaiannya dengan rok mini
yang terbuat dari dasar jeans dan kaos ketat pendek, sehingga
menampakkan pusar serta lekuk tubuhnya yang sangat seksi.#AGEN POKER ONLINE
Aku
melihat tak satupun cacat pada tubuhnya yang mulus. Kakinya yang
panjang bak kaki belalang dengan betis ibarat padi, perutnya yang datar
dengan dada menonjol serta paras wajahnya yang begitu cantik, membuat
pikiranku menjadi menerawang membayangkan bagaimana jika Nanang bisa aku
tiduri dan menikmati tubuhnya yang sensual itu.
“Sandy, kamu mau nonton Tiger Show malam ini..?”
Tiba-tiba Nanang mengagetkan aku dari lamunan jorok.
“Terserah kamu, aku belum pernah ke Bangkok ini, dan tak tahu harus kemana,” jawabku singkat.
“Ok,
sekarang kamu mandi dulu dan berganti pakaian, sebentar lagi kita pergi
menyaksikan pertunjukan Tiger Show di salah satu tempat hiburan milik
Mr. Phong,” Katanya.
Setelah
mandi dan menukar pakaianku dengan celana jeans dan kemeja kotak-kotak
biru kesukaanku, akhirnya mobil Jaguar yang membawa aku dan Nanang
meluncur ke sebuah tempat hiburan di kota Bangkok.
Sesampai
disana, ternyata sudah disiapkan tempat VIP untuk kami berdua sekaligus
beberapa jenis minuman dengan merek terkenal sudah ada di meja kami.
Sementara tamu-tamu lain aku lihat sudah mulai menempati tempat duduk
masing-masing.#AGEN TOGEL ONLINE
Tak
lama kemudian, pembawa acara malam itu menyatakan bahwa pertunjukan
segera akan dimulai. Pada awalnya aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa
di altar tempat pertunjukan itu tidak dipasang kerangkeng, karena bisa
membahayakan pengunjung nantinya bila harimau yang sedang beratraksi
melawan dan melompat ke arah penonton yang jaraknya begitu dekat dengan
altar.
“Kamu
tenang saja, tak akan ada masalah kok,” ujar Nanang tersenyum penuh
arti dan memperbaiki posisi duduknya. Ia sepertinya tahu dengan apa yang
sedang aku pikirkan.
Tiba-tiba,
di altar tempat pertunjukan muncul seorang wanita berparas cantik
dengan memakai pakaian tipis tembus pandang. Di balik pakaian yang
dikenakannya, aku pastikan cewek tersebut tidak memakai apa-apa,
sehingga terbayang jelas payudaranya yang montok, padat, berisi dan juga
terlihat bulu-bulu halus di sela-sela selangkangannya. Perlahan-lahan,
tubuhnya mulai meliuk-liuk dengan gerakannya yang sangat erotis.
Aku
terpana dan nafsu seksku mulai terangsang menyaksikan gerakannya yang
erotic dan mnggairahkan itu. Nafasku mulai menyesak dan tiap sebentar
aku memperbaiki duduk karena “si kecil” di selangkanganku mulai
membengkak dan terjepit oleh jenasku yang sedikit ketat.
Dengan
sudut mata kiriku, aku melihat Nanang memperhatikan kegelisahanku. Dan
makin lama, kurasakan tubuh Nanang semakin merapat dan paha kami hampir
saling berhimpitan.#AGEN BOLA TERBESAR DAN TERPERCAYA
Tak
lama kemudian, muncul seorang laki-laki muda dengan tubuh atletis tanpa
busana sehelaipun dari balik layar panggung. Dengan langkah pasti ia
mendekati si cewek yang sedang memainkan gerakan erotis di atas altar
yang berada di depan kami. Tiba-tiba, kulihat si laki-laki menarik
pakaian si cewek, hingga si cewek sama-sama bugil dengan si cowok.
Aku
kembali menahan nafas menyaksikan pertunjukan yang belum pernah aku
saksikan di Indonesia selama ini. Aku melirik Nanang yang berada di
samping kiriku, dan kebetulan ia juga sedang menolehkan pandangannya ke
arahku. Aku tersenyum, dan senyumanku dibalasnya dengan merebahkan
tubuhnya ke dadaku, yang kusambut dengan merengkuh pundaknya agar ia
merasa nyaman berada dalam pelukanku.
Sementara
di altar yang hanya berjarak sekitar 2 meter di depan kami, kulihat si
cowok mulai merebahkan si cewek dengan posisi telentang, sembari mencium
si cewek dengan penuh nafsu. Sang cewek membalas dengan ciuman yang
ganas, dan sekali-sekali tangan kanannya menggapai tongkol Si cowok yang
berukuran lumayan besar dan sudah sangat tegang sekali, sambil
mengocok-ngocoknya.
“Ah.. ” terdengar erangan si cewek.
Sedang
asyik menyaksikan pertunjukan live show tersebut, aku merasakan tangan
kiri Nanang mulai menjalar dan menyusup diantara kancing kemeja yang
kupakai. Karena sedikit susah untuk memasukkan tangannya ke dadaku, ia
membuka satu kancing baju kemejaku bagian atas, dan tangannya#AGEN CASINO ONLINE
Tiba-tiba
telah mengusap-usap dadaku yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu itu. Aku
merasakan nikmat yang tiada tara, sehingga membuat rangsangan pada
diriku semakin tak tertahankan lagi. Tangan kananku pun tak mau diam,
dan mulai menggerayangi pahanya yang mulus dan hanya mengenakan rok
pendek itu.
“Oh..,”
aku tak bisa lagi menahan rangsangan yang telah menyelimuti otakku.
Tangan kananku lalu merambat naik dan meremas payudaranya yang montok
itu. Setelah itu, aku palingkan wajahnya menghadap tepat di wajahku,
sehingga aku dapat merasakan hembusan nafasnya yang begitu harum dan
semakin menambah gairah sensualku untuk menciumnya.
Perlahan,
sambil mengusap pahanya yang mulus itu, aku cium lembut bibirnya yang
sensual itu, dan memasukkan lidahku ke dalam mulutnya. Ternyata ciumanku
dibalas dengan hangat oleh Nanang, sehingga kosentrasiku terpecah
antara menyaksikan live show dua orang berlainan jenis yang sedang
bersanggama dengan mencium Nanang yang juga seperti sudah kerasukan
nafsu birahi.
“Sandy, kita lanjutkan saja di hotel yuk,” ajak Nanang.
“Sebentar
lagi saja, kita saksikan dulu pertunjukan ini, mana tahu ada diantara
bagian-bagian dalam pertunjukan ini bisa kita tiru pula nanti,” jawabku
sambil melonggarkan pelukanku.
“Ok
deh, kita tengok dulu acara ini. Tapi kalau kamu sudah ingin kembali ke
hotel, jangan sungkan-sungkan untuk memberitahu aku ya,” ujarnya, dan
aku menyatakan persetujuanku.#AGEN POKER ONLINE
Sementara
di Altar, aku melihat kedua insan berlainan jenis itu sudah melakukan
sanggama dengan gerakan-gerakan yang sangat indah dan merangsang. Sang
cowok sedang asyik menyetubuhi si cewek dengan posisi konvensional,
dimana laki-laki berada di atas dan wanita berada di bawah. Ada sekitar
10 menit mereka mempraktekkan posisi tersebut, kemudian si cowok tampak
menarik si cewek dan membuat posisi doggy style.
Si
cowok terlihat mulai memasukkan tongkolnya dengan tenang, sementara si
cewek terlihat merintih kesenangan dengan mengeluarkan desahan yang
membuat penonton yang berjumlah sekitar 80 orang itu ikut-ikutan
terangsang.
Dengan
penuh kosentrasi, si cowok mulai menggenjot memiaw si cewek dengan
tongkolnya yang keluar masuk dengan mengeluarkan suara kresek-kresek
disebabkan memiaw si cewek yang mulai basah.
Berapa
adegan diperagakan kedua insan berlain jenis itu, baik posisi berdiri,
bersandar ke dinding maupun dengan posisi “gunting”, dan mengakhiri
permainan tersebut dengan si cowok memuntahkan spermanya di muka si
cewek, yang disambut dengan jilatan lidah si cewek membersihkan sperma
si cowok dibatang tongkolnya, dan kemudian menghisapnya hingga tongkol
si cowok mengendur.
“Kita
kembali ke hotel, Sandy. Aku sudah tak tahan nih,” ujar Nanang sambil
mengajakku kembali ke hotel. Akupun berdiri tanda setuju. Sambil
merengkuh pundaknya, aku meninggalkan tempat hiburan esek-esek tersebut,
dan Nanang juga ikut memelukku dengan manja.#AGEN TOGEL ONLINE
Begitu
sampai di hotel dan menutup pintu kamar, dengan tak sabaran aku
langsung merebahkan Nanang di tempat tidur yang empuk dan lebar. Segera
kutindih tubuh mulus dan sangat sintal itu, sambil menciumi bibirnya
yang merekah dan sedikit basah.
“Ah, Sandy..,” desahnya.
Aku
terus menciumi bibirnya dan berpindah ke pangkal telinganya sambil
berusaha membuka kaos ketat yang masih membungkus tubuhnya. Ia
mengangkat sedikit punggung dan kepalanya untuk memudahkan diriku
mencopot pakaiannya, kemudian melepas pengait BH-nya dari belakang
dengan satu tangan kananku, dan mencampakkan BH-nya begitu saja di
pinggir ranjang.
Aku
terus menciumi pangkal telinganya dan terus berpindah ke lehernya yang
jenjang itu. Kemudian ciuman aku alihkan ke puting payudaranya yang
berwarna coklat kemerah-merahan yang sudah terasa keras dan menjulang.
Sambil
terus menggumuli tubuhnya yang molek itu, tanganku mulai beralih dengan
menarik resluiting rok mini yang dipakainya. Sekali tarik, rok yang
dipakainya terlepas dari pinggulnya yang bahenol itu, sehingga
terlihatlah CD warna putih menutupi bongkahan kecil yang sudah mulai
basah di sela selangkangannya.
Nanang
aku lihat juga tidak tinggal diam. Karena aku dilihatnya masih
mengenakan pakaian lengkap, iapun langsung membuka satu-persatu kancing
bajuku dan melepasnya, yang dilanjutkan dengan membuka kaos singlet yang
kupakai.
Setelah
itu itu, seperti tak sabaran ia lalu menurunkan resluiting celana jeans
ku. Karena jeans itu agak sempit, akhirnya aku bantu untuk
melepaskannya, sehingga tinggalah kami berdua hanya memakai CD saja.#AGEN BOLA TERBESAR DAN TERPERCAYA
Aku
terus saja menindih tubuhnya dan menghisap puting susunya yang semakin
mengeras itu. Sementara Nanang, dengan menggapai-gapaikan tangannya
menarik kepalaku ke atas, dan langsung menyergap bibirku dengan bibirnya
yang ranum itu.
Lidah
kami saling bermain di rongga mulutnya, sementara tanganku sibuk
meremas-remas payudaranya, dan sekali-sekali tanganku turun ke bawah
mempermainkan sekitar lubang memiawnya dari balik CD yang masih melekat
di tubuhnya.
“Ah, Sandy. Enak..,” erangnya tertahan.
Aku
tetap menghisap lidahnya dengan rakus, dan kemudian jilatanku pindah ke
belakang daun telinganya yang aku tahu sangat sensitif untuk
membangkitkan gairah seksnya. Ia menggelinjang menahan nikmat, sehingga
aku mengetahui bahwa ia sudah tak sabaran lagi.
Dengan
sekali tarik, Nanang berhasil melepas CD-ku dan langsung meraba
tongkolku yang mengacung serta sudah mengeras dari tadi. Dengan
lahapnya, ia mengulum dan menghisap tongkolku, sehingga membuat aku
merasa geli dan semakin terangsang.
Aku
sepertinya tak mau menang sendiri. Aku lalu merebahkan diri dan menarik
Nanang menindih tubuhku dengan posisi “69″. Sementara Nanang asyik
mempermainkan tongkolku dengan lidahnya, akupun asyik menghisap dan
menjilati clitoris yang sudah menyembul dari lubang memiawnya.#AGEN CASINO ONLINE
Setelah
sekitar 10 menit kami mempermainkan alat kelamin lawan, akhirnya aku
merasakan tubuh Nanang mengejang tanda ia akan mencapai orgasmenya yang
pertama. Aku jadi semakin ganas menghisap dan menjilati lubang memiaw
Nanang, sehingga akhirnya aku merasakan pinggul Nanang terangkat dan
tiba-tiba mulutku dibasahi lendir yang membanjir keluar dari memiaw
Nanang. Sejenak aku memberikan kesempatan untuk Nanang guna menikmati
orgasmenya itu.
“Ogh, aku ke.. luar Sandy..,” erangnya sambil mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan.
Setelah
kulihat Nanang sedikit tenang, Aku lalu menarik tubuhnya dan minta ia
menungging membelakangiku, untuk bersanggama dengan gaya doggy style.
Gaya sepasang insan dalam live show tadi kembali membayang dibenakku,
dan akupun mencoba gaya tersebut dengan Nanang.
Ternyata
gaya tersebut cukup ampuh untuk membuat Nanang menjerit histeris
menahan nikmat yang tiada tara. Dapat kurasakan bagaimana pinggul Nanang
ikut bergoyang sehingga tongkolku seperti dipijat-pijat dan dijepit
sesuatu.
Dengan
tetap menggenjot memiaw Nanang yang terasa legit, tanganku menggapai
payudara Nanang yang menggantung dengan bebas dan meremas-remasnya.
Nanang mengeluarkan rintihan sebagai tanda ia sangat menikmati
permainanku itu.#AGEN POKER ONLINE
Setelah
beberapa menit ketika aku lagi asyik-asyiknya menggenjot memiaw Nanang
dari belakang, aku rasakan Nanang sudah tidak tahan untuk menyemburkan
lahar panas dari memiawnya.
“Oh, Sandy. Kamu benar-benar hebat, aku su.. dah mau ke.. luar..,” Nanang mendesah tertahan.
Dan tiba-tiba aku merasakan batang tongkolku terasa panas oleh cairan yang keluar cukup banyak dari memiaw Nanang.
Kembali
aku memberikan kesempatan kepadanya untuk menikmati orgasmenya yang
kedua, sementara aku masih mampu menahan diri untuk tidak jebol.
Perlahan-lahan, setelah aku melihat Nanang mulai tenang dan siap
melanjutkan perterungan ronde berikutnya, aku minta agar Nanang
menelentang.
Tak
sabar aku menyaksikan Nanang yang telah telentang, aku lalu merangkak
dan menindih tubuh Nanang yang ramping dengan perut datar itu, dan mulai
menciumi bagian-bagian sensitif dari tubuh mulus itu. Seketika Nanang
kembali terangsang, dan mulai mencari-cari tongkolku serta meletakkannya
tepat di lubang memiawnya.
“Sandy, ayo masukkan. Aku sudah tak tahan lagi,” ujar Nanang.
Aku
tidak menghiraukan permintaan Nanang itu, dan terus saja menciumi
bagian-bagian sensitif yang ada pada tubuhnya. Ciuman demi ciuman terus
aku lakukan dari bibir, terus berpindah ke belakang daun telinganya dan
leher jenjangnya. Di lehernya yang jenjang itu, aku gigit sehingga
membuat ia kembali mengeluarkan jeritan tertahan.#AGEN TOGEL ONLINE
“Oh, Sandy. Please, aku sudah tak tahan lagi,” pintanya dengan mata sayu karena menahan nikmat.
Akupun
tak sampai hati membiarkannya menderita menahan nikmat. Aku langsung
menekan pinggul dan karena lubang memiawnya sudah licin, sebentar saja
seluruh batang tongkolku sudah amblas masuk ke memiaw Nanang.
Bless..!
Aku mulai menggoyang memiaw Nanang dengan tongkolku, menirukan gaya
yang aku tonton dalam pertunjukan live show tadi. Makin lama kocokanku
semakin cepat, dan Nanang mulai menceracau tak karuan dalam bahasa
Thailand yang sama sekali aku tidak mengerti.
Setelah
sekitar 25 menit berlalu, erangan yang keluar dari mulut Nanang semakin
tak menentu. Aku terus menggenjot lubang memiaw Nanang dengan memaju
mundurkan tongkolku yang tertanam di dalamnya, sementara bibirku tetap
menjelajah setiap bagian-bagian yang sensitif di tubuhnya. Mulai dari
belakang telinga, leher dan puting payudaranya yang mengeras itu, aku
isap dengan penuh nafsu.
“Please Sandy, aku sudah tak tahan lagi. Aku mau keluar.. lagi.. ogh..,” jeritnya tertahan.
“Tahan sebentar sayang, aku juga sudah mau keluar. Kita keluarkan sama-sama,” jawabku.
“Ogh.., enak..!” serunya
Dan
tiba-tiba saja, aku merasakan Nanang sudah tidak bisa lagi bertahan.
Kedua kakinya yang panjang itu kurasakan mulai menjepit pinggulku, dan
tanpa dapat ditahannya lagi, aku merasakan Nanang telah mendapatkan
orgasmenya yang ketiga, dan aku juga merasakan cukup banyak cairan
keluar di memiawnya yang terasa panas oleh tongkolku.#AGEN BOLA TERBESAR DAN TERPERCAYA
Akupun
mempercepat genjotanku, sehingga tanpa dapat ditahan lagi, dalam
hitungan detik aku muntahkan seluruh sperma yang sudah menyumpal dan
mendesak untuk keluar dari pangkal tongkolku.
“Croot.. Croot.. Croot..!” beberapa kali tembakan spremaku menghantam dinding memiaw Nanang hingga ke dasar.
“Oh,
Sandy. Kamu benar-benar hebat. Selama ini belum pernah aku mengalami
multi orgasme seperti yang aku rasakan denganmu,” desah Nanang sambil
memelukku dan mencium hangat bibirku.
“Kamu
juga betul-betul hebat Nanang, aku sangat terpuaskan sekali. Mr. Phong
begitu pintarnya mencarikan lawan tanding untukku,” ujarku sambil
mencuil hidungnya yang bangir itu.
Kamipun
lalu sama-sama pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun
karena elusan tangan Nanang pada tongkolku ketika kami sama-sama saling
membantu menggosokkan badan, akhirnya tongkolku kembali berdiri dan
minta bersemayam di memiaw Nanang.
“Wow,
adik kecilmu kembali berdiri. Apakah orang Indonesia semuanya kuat-kuat
sepertimu, Sandy?” tanya Nanang sambil tetap mengelus-elus batang
tongkolku. Aku hanya menjawab dengan senyuman.#AGEN CASINO ONLINE
Karena
sudah sama-sama terangsang, akhirnya permainan dahsyat itu kembali kami
ulangi di bawah siraman shower yang telah kami atur siraman airnya. Aku
kangkangkan kedua pahanya, sementara perlahan-lahan aku coba memasukkan
tongkolku yang sudah mulai mengeras kembali.
Sekali
tekan, Bless..! Seluruh batang tongkolku amblas masuk ke dalam
memiawnya yang legit itu. Aku terus memaju mundurkan tongkolku di dalam
memiawnya, sementara Nanang juga tak kalah gesitnya membalas goyangan
pinggulnya.
Karena
aku merasa lelah dan tak tahan lagi mengocok memiawnya dengan tongkolku
dalam keadaan berdiri, lalu aku menggendongnya dalam posisi tongkolku
masih tertancap di memiawnya menuju kursi yang ada di ruang tamu.
Dengan
posisi aku duduk dan dia dalam pangkuanku, Nanang mulai menggoyangkan
pinggulnya, sehingga kembali tongkolku serasa dipilin-pilin. Sementara
ia menggoyang-goyang pinggulnya, tanganku sibuk meremas-remas
payudaranya yang bebas tergantung. Dan permainan tersebut kami jalani
sekitar 20 menit lamnay, sehingga kami kembali sama-sama memuntahkan
lahar panas dari alat kelamin kami masing-masing.#AGEN POKER ONLINE
Dan
hingga pagi, permainan seks yang cukup dahsyat kembali terulang.
Sepertinya Nanang tak pernah puas, hingga pada saat kami terbangun siang
harinya dan hendak launch di hotel, ia kembali coba merangsangku untuk
melakukan kembali hubungan intim yang sangat nikmat itu, dan kemudian
setelah makan siang, kami sama-sama tertidur lagi hingga sore menjelang
menghadiri pesta pernikahan putri Mr. Phong di rumahnya.
“Bagaimana Sandy, senang berada di Bangkok?” tanya Mr. Phong begitu kami sampai di rumahnya pada malam harinya.
“Wah, senang sekali pak. Bangkok betul-betul syurga dunia bagi orang luar,” jawabku.
“Berarti
tidak sia-sia aku minta Nanang untuk menemanimu selama disini. Dia
memang pintar dan selalu mengetahui apa yang kita inginkan,” jawabnya
sambil tersenyum penuh arti padaku dan melirik Nanang yang berada di
sisi kiriku. Kulihat Nanang hanya tersipu-sipu malu.
Selama
lima hari aku berada di Bangkok, sepertinya tiada hari bagi kami berdua
untuk tidak melakukan hubungan seks. Sepertinya aku dan Nanang begitu
menikmatinya, sehingga rasanya sangat berat bagiku untuk kembali ke
Indonesia. Namun karena izinku dari kantor hanya seminggu saja, akhirnya
dengan berat hati aku terpaksa harus kembali ke Indonesia.#AGEN TOGEL ONLINE

0 Response to "Cerita Dewasa Terpana Melihat Tubuhnya"
Posting Komentar