Hal
tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan
mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam.
Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada
saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya, Om Pram dan Tante Sis.
“Brak..” suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar.
Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, “Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku.” Dalam hatiku berkata,
“Wah ribut lagi.” Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil Timornya dan pergi entah ke mana.
Di
dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam
tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan
kepadaku). Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apa-apa
terhadap Tante Sis.
Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri.#AGEN CASINO ONLINE
Pelan-pelan
kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja
rias. Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan
gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan
dengan pelan.
Aku bertanya, “Kenapa Tan? Om kambuh lagi?”
Dia
tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya.
Cukup lama aku berdiri di belakangnya. Pada waktu itu aku hanya
memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan
baju tidur yang cukup menggiurkan.
Pada
saat itu aku belum berpikiran macam-macam. Aku hanya berkesimpulan
mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena
anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis.
Dan
mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan
cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar
15 cm di atas lutut). Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan
teman-temannya dari pada Tante Sis.
Tiba-tiba
Tante Sis berkata, “To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama
Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Stardust di Jakarta,
ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi.”#AGEN POKER ONLINE
Ketika
Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget,
ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran
34). Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang
dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu.
Aku
terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku
langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih
dekat lagi).
“Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!”
“Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana.”
Aku
jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan
berkata, “Tenang aja Tan, Om nggak bakal macem-macem kok.” (tapi
pikiranku sudah mulai macam-macam).
“Tapi
Tante denger dia punya pacar di Jakarta, malahan Tante kemarin pergoki
dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella.”#AGEN EURO 2016
“Masak
Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu
temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok.”
Tanpa
Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena
tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap
secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku
sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki.
Tiba-tiba
tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, dan berdiri dari
duduknya, “To, saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama
Tante, sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!”
Dengan nada marah Tante Sis mengusirku.
Cukup
kaget juga aku mendengar itu, dan dengan perasaan malu aku berdiri dan
meminta maaf, kepada Tante Sis karena kekurangajaranku. Aku berjalan
pelan untuk keluar dari kamar tanteku. Sambil berjalan aku berpikir, aku
benar-benar terangsang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Sejak aku putus dengan pacarku, terus terang kebutuhan biologisku
kusalurkan lewat tanganku.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Setelah
sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi. Dia hanya
berdiri menatapku, dengan nafas tersenggal-senggal (mungkin marah
bercampur sedih menjadi satu). Aku membalikkan badan lagi dan di
pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga. Dengan masa bodoh aku
menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya, lalu langsung berbalik
menatap tanteku. Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat.
Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang.
“Mau apa kamu To?” tanyanya dengan gugup bercampur kaget.
“Tante
mungkin sekarang Om sedang bersenang-senang bersama pacar barunya,
lebih baik kita juga bersenang-senang di sini, saya akan memuaskan
Tante”.
Dengan
nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang, dia meronta-ronta, tetapi
karena postur tubuhku lebih besar (tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg,
sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat
kurang lebih 50 kg) aku dapat mendorongnya ke ranjang, lalu menindihnya.
“Lepasin
Tante, Dito,” suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli
dengan rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Tante Sis tidak
mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya
yang menggiurkan, dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga
payudaranya terpampang di depanku.
#AGEN POKER ONLINE
Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya, tubuh tanteku masih
meronta-ronta, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan
dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya, cukup harum
tubuh tanteku.
Akibat
rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku, tapi
pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku. Sambil membuka baju dan
celanaku itu, dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya
yang menurutku mulai basah (mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang
walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit).
Dengan
tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang
kewanitaannya. “To, jangan To, aku Tantemu tolong lepasin To, ampun,
Tante minta ampun”. Aku sudah tidak peduli lagi rengekannya. Ketika
lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar
dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku.
“Auuhhh,
sakit To, aduh.. Tante minta ampun… tolong To jangan.. lepasin Tante
To..” Ketika mendengar rintihannya, aku jadi kasihan, tetapi senjataku
sudah di dalam, “Maaf Tante, saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah
masuk ke dalam, saya akan berusaha membuat Tante menikmatinya, tolong
Tante sekali ini saja, biarkan saya menyelesaikannya,” bisikku ke
telinganya. Tante Sis hanya diam saja. Dan tidak berkata apa-apa.
Dengan
pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun, dan Tante Sis
sudah tidak meronta lagi. Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya
berlinang keluar. Kucium keningnya dan bibirnya, sambil membisikkan,
“Tante, Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok, saya sayang
Tante, bila Om sudah tidak sayang lagi, biar Dito yang menyayangi
Tante.” Tante Sis hanya diam saja, dan kurasakan pinggulnya pun ikut
bergoyang seirama dengan goyanganku.#AGEN EURO 2016
Kira-kira
10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan
kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat (mungkin dia
sudah orgasme), dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di
dalam liang senggamanya. Setelah pemerkosaan itu kami hanya diam saja.
Tidak
berkata apa, hanya diam. Aku sendiri harus ngapain. Tanteku kembali
menitikkan air matanya. Dan aku pamit kepadanya, untuk keluar kamarnya,
aku terus merenung, mengapa bisa begini.
Itulah
kisahku. Sejak kejadian itu hubunganku dengan tanteku menjadi renggang.
Aku bingung dengan apa yang harus kulakukan. Sudah sebulan aku tidak
lagi ke Bogor, karena ada perasaan malu. Tetapi Tante Sis tidak
menceritakan kepada siapapun kejadian ini, dan kadang jika malam aku
tidur, selalu terbayang kejadian waktu itu.
Ingin
rasanya aku melakukan kembali tetapi aku takut. Maaf aku tidak
menceritakannya secara vulgar, karena ini terjadi begitu saja. #AGEN CASINO ONLINE
0 Response to "Cerita Dewasa Sedikit Kurang Ajar Sama Tante"
Posting Komentar