Judihoki.com - AGEN EURO 2016
Pagi-pagi benar phone cell ku sudah bunyi. Aku sedikit kesal dan malas
bangun dari tempat tidurku. Tapi bunyinya itu ga kurang keras, aku malah
ga bisa tidur lagi. Akhirnya aku paksakan juga berdiri dan lihat siapa
yang call aku pagi-pagi begini. Eh, ga tahunya temanku Vivi. Aku sedikit
ketus juga menjawabnya, tapi langsung berubah waktu aku tahumaksudnya.
Si Vivi mengajakku ikut bareng cowoknya ke vilanya ga terlalu jauh dari
tempatku.Aku sih setuju sekali sama ajakan itu, terus aku tanya, apa aku
boleh ajak cowokku. Si Vivi malah tertawa, katanya ya jelas dong,
memang harusnya begitu. Rencananya kami bakal pergi besok sore dan
kumpul dulu di rumahku.
Singkat
cerita kami berempat sudah ngumpul di rumahku. Kami memang sudah saling
kenal, bahkan cukup akrab. Alif, cowoknya Vivi teman baik Raka cowokku.
Oh ya, aku belum mengenali aku sendiri ya, namaku Celly, umurku
sekarang 17 tahun, sama-sama Si Vivi, Raka cowokku sekarang 19 tahun,
setahun lebih tua dari Alif cowoknya Vivi. Oke, lanjut ke cerita. Kami
berempat langsung cabut ke villanya Vivi. Sekitar setengah jam kami baru
sampai. Aku sama Vivi langsung beres-beres, menyimpani barang-barang
dan menyiapkan kamar. Raka sama Si Alif lagi main bola di halaman villa.
Mereka memang pecandu bola, dan kayaknya ga bakalan hidup kalau sehari
saja ga menendang bola.
Villa
itu punya tiga kamar, tapi yang satu dipakai untuk menyimpani
barang-barang. Mulanya aku atur biar aku sama Vivi sekamar, Raka sama
Alif di kamar lain. Tapi waktu aku beres-beres, Vivi masuk dan ngomong
kalau dia mau sekamar sama Si Alif. Aku kaget juga, nekad juga ini anak.
Tapi aku pikir-pikir, kapan lagi aku bisa tidur bareng Si Raka kalau ga
di sini. Ya ga perlu sampai gitu-gituan sih, tapi kan asik juga kalau
bisa tidur bareng dia, mumpung jauhdari bokap dan nyokap-ku. Hehehe,
mulai deh omes-ku keluar. Oke, akhirnya aku setuju, satu kamar buat Alif
dan Vivi, satu kamar lagi buat Raka sama aku.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Sore-sore
kami makan bareng, terus menjelang malam, kami bakar jagung di halaman.
Asik juga malam-malam bakar jagung ditemani cowokku lagi. Wah,
benar-benar suasananya mendukung. Hehehe, aku mulai mikir yang
macam-macam, tapi malu kan kalau ketahuan sama Si Raka. Makanya aku
tetap diam pura-pura biasa saja. Tapi Si Vivi kayaknya memperhatikan
aku, dan dia nyengir ke aku, terus gilanya lagi, dia ngomong gini,
“Wah..
sepertinya suasana gini ga bakalan ada di Bandung. Ga enak kalau
dilewatin gitu saja ya.” Aku sudah melotot ke arah dia, tapi dia malah
nyengir-nyengir saja, malah dia tambahin lagi omongannya yang gila benar
itu,
“Alif, kayaknya di sini terlalu ramai, kita jalan-jalan yuk!” Aku sudah ga tahu harus apa, eh Si Alif juga samanya, dia setuju sama ajakan Si Vivi, dan sebelum pergi di ngomong sama Raka,
“Nah, sekarang elu harus belajar bagaimana caranya nahan diri kalau elu cuma berdua sama cewek cakep kayak Si Celly.” Aku cuma diam, malu juga dong disepet-sepet kayak gitu.
“Alif, kayaknya di sini terlalu ramai, kita jalan-jalan yuk!” Aku sudah ga tahu harus apa, eh Si Alif juga samanya, dia setuju sama ajakan Si Vivi, dan sebelum pergi di ngomong sama Raka,
“Nah, sekarang elu harus belajar bagaimana caranya nahan diri kalau elu cuma berdua sama cewek cakep kayak Si Celly.” Aku cuma diam, malu juga dong disepet-sepet kayak gitu.
Aku
lihati Si Alif sama Si Vivi, bukannya jalan-jalan malahan masuk ke
villa. Aku jadi ga tahu harus ngapain, aku cuma diam, semoga saja Raka
punya bahan omongan yang bisa diomongin. Eh, bukannya ngomong, dia malah
diam juga, aku jadi benar-benar bingung. Apa aku harus tetap begini
atau nyari-nyari bahan omongan. Akhirnya aku ga tahan, baru saja aku mau
ngomong, eh.. Si Raka mulai buka mulut,
“Eh..
kamu ga dingin?” Duer.. Aku kaget benar, ga jadi deh aku mau ngomong,
sebenernya aku memang mau ngomong kalau di sini itu dingin dan aku mau
ajak dia ke dalam. Tapi ga jadi, aku ga sadar malah aku geleng-geleng
kepala. Raka ngomong lagi,
“Kalau ga dingin, mau dong kamu temenin aku di sini, lihat bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu lihat..!” Raka tiba-tiba teriak sambil menunjuk ke langit. Akukontan berdiri kaget sekali, bukan sama bintang jatuhnya, tapi sama teriakan Si Raka, aduh.. malu benar jadinya. Raka ikutan berdiri, dia rangkul aku dari belakang,
“Sorry, aku ga punya maksud ngagetin kamu. Cuma aku seneng saja bisa lihat bintang jatuh bareng kamu.”#AGEN POKER ONLINE
“Kalau ga dingin, mau dong kamu temenin aku di sini, lihat bulan dan bintang, dan.. bintang jatuh itu lihat..!” Raka tiba-tiba teriak sambil menunjuk ke langit. Akukontan berdiri kaget sekali, bukan sama bintang jatuhnya, tapi sama teriakan Si Raka, aduh.. malu benar jadinya. Raka ikutan berdiri, dia rangkul aku dari belakang,
“Sorry, aku ga punya maksud ngagetin kamu. Cuma aku seneng saja bisa lihat bintang jatuh bareng kamu.”#AGEN POKER ONLINE
Aku
cuma bisa diam, ga biasanya Raka segini warm-nya sama aku. Dia malah ga
pernah peluk aku seerat ini biasanya. Aku tengok arlojiku, jam 11.00
malam. Kuajak Raka ke dalam, sudah malam sekali. Dia setuju sekali,
begitu masuk ke villa kami disambut sama bunyi pecah dari lantai atas.
Kontan saja kami lari ke atas melihat ada apa di atas. Raka sampai
duluan ke lantai atas, dan di nyengir, terus dia ajak aku turun lagi,
tapi aku masih penasaran, memang ada apa di atas. Waktu aku mau ketuk
pintu kamar Vivi, tiba-tiba ada teriakan lembut,
“Aw..
ah.. pelan-pelan donk!” Gila aku kaget setengah mati, tapi tanganku
sudahkeburu ngetuk pintu. Terus kedengaran bunyi gedubrak-gedubrak di
dalam. Pintu dibuka sedikit, Alif nongol sambil nyengir,
“Sorry, ngeganggu kalian ya? ga ada apa-apa kok kami cuma..”Aku dorong pintunya sedikit, dan aku lihat Si Vivi lagi sibuk nutupi badannya pakai selimut. Dia nyengir, tapi mukanya merah benar, malu kali ya. Aku langsung nyengir,
“Ya sudah, lanjutin saja, kami ga keganggu kok.”Terus aku ajak Raka ke bawah. Raka nyengir,
“Siapa coba yang ga bisa nahan diri, hehehe.”
“Sorry, ngeganggu kalian ya? ga ada apa-apa kok kami cuma..”Aku dorong pintunya sedikit, dan aku lihat Si Vivi lagi sibuk nutupi badannya pakai selimut. Dia nyengir, tapi mukanya merah benar, malu kali ya. Aku langsung nyengir,
“Ya sudah, lanjutin saja, kami ga keganggu kok.”Terus aku ajak Raka ke bawah. Raka nyengir,
“Siapa coba yang ga bisa nahan diri, hehehe.”
Tiba-tiba
ada sandal melayang ke arah Raka, tapi dia langsung ngelak sambil
nyengir, terus buru-buru lari ke bawah. Aku ikut-ikutan lari sambil
ketawa-ketiwi, dan kami berdua duduk di sofa sambil mendengarkan lagu di
radio. Ga lama kedengaran lagi suara-suara dari atas.Aku ga tahan dan
langsung nunduk menahan ketawa. Gila, bisa-bisanya mereka berdua
meneruskan juga olah raga malamnya, padahal sudah jelas-jelas kepergok
sama kami berdua. Eh, di luar dugaan aku, Raka bediri dan mengajakku
slow-dance, kebetulan lagu di radio itu lagu saat Raka ngajak aku
jadian. Aku jadi ingat bagaimana deg-degannya waktu Raka ngomong, dan
bagaimana aku akhirnya menerima dia setelah tiga bulan dia terus nunggui
aku. Raka memang baik, dan dia benar-benar setia menungguiku. Selesai
dance, Raka tanya lagi,#BANDAR BOLA TERBESAR
“Eh
kalau mereka berdua ketiduran, aku tidur dimana? memang tidur sama
barang-barang?” aku malu sekali, bagaimana ngomongnya. Tapi akhirnya
akubuka mulut,
“Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega sekali waktu omongan itu sudah keluar. Tapi aku takut juga, bagaimana ya reaksi Si Raka. Eh tahunya dia malah nyengir,
“Oke deh kalau kamu ga masalah. Sebenernya aku juga sudah ngantuk sih, aku tidur sekarang ya.”
Aku jadi salah tingkah, Raka naik ke lantai atas dan ga sengaja aku panggil dia, “Eh.. tunggu!” Raka berbalik, dia nyengir,
“Oke.. oke.. ayo naik, ga bagus anak cewek sendirian malam-malam gini.”
“Kita.. kita tidur berdua.” Wah lega sekali waktu omongan itu sudah keluar. Tapi aku takut juga, bagaimana ya reaksi Si Raka. Eh tahunya dia malah nyengir,
“Oke deh kalau kamu ga masalah. Sebenernya aku juga sudah ngantuk sih, aku tidur sekarang ya.”
Aku jadi salah tingkah, Raka naik ke lantai atas dan ga sengaja aku panggil dia, “Eh.. tunggu!” Raka berbalik, dia nyengir,
“Oke.. oke.. ayo naik, ga bagus anak cewek sendirian malam-malam gini.”
Aku
sedikit canggung juga sih, baru kali ini aku tidur seranjang sama
cowok, tapi lama-lama hilang juga. Kami berdua ga ngapa-ngapain, cuma
diam ga bisa tidur. Dari kamar sebelah masih kedengaran suara Vivi yang
mendesah dan menjerit, dan sepertinya itu juga yang bikin Raka
terangsang. Dia mulai berani remas-remas jariku. Aku sih ga nolak, toh
dia khan cowokku. Tapi aku kaget sekali, Raka duduk terus sebelum aku
tahu apa yang bakal dia lakukan, bibirku sudah dilumatnya. Aku mau
nolak, tapi kayaknya badan malah kepingin. So, aku biarkan dia cium aku,
terus aku balas ciumannya yang semakin lama semakin buas.
Baru
saja aku mulai nikmati bibirnya yang hangat di bibirku, aku merasa ada
yang meraba tubuhku, disusul remasan halus di dadaku. Aku tahu itu Raka,
aku ga menolak. Aku biarkan dia main-main sebentar di sana. Raka makin
berani, dia angkat badanku dan diduduki di pinggir ranjang. Dia cium aku
sekali lagi, terus dia mau buka pakaian tidurku. Aku tahan tangannya,
ada sedikit penolakan di kepalaku, tapi badanku kayaknya sudah kebelet
ingin mencoba, kayak apa sih nge-sex itu. Akhirnya tanganku lemas, aku
biarkan Raka buka pakaianku, dia juga buka baju dan celananya sendiri.
Dia cuma menyisakan celana dalam putihnya. Aku lihat penisnya yang
membayang di balik celana dalamnya, tapi aku malu melihati lama-lama, so
aku ganti lihat badannya yang lumayan jadi. Mungkin karena olahraganya
yang benar-benar rajin.#AGEN CASINO ONLINE
Aku
ga tahu apa aku bisa tahan memuaskan Raka, soalnya aku tahu sendiri
bagaimana staminanya waktu dia main bola. 2×45 menit dia lari, dan dia
selalu kuat sampai akhir. Aku ga terbayang bagaimana aksinya di ranjang,
jangan-jangan aku harus menerima kocokannya2x45 menit. Gila, kalau gitu
sih aku bisa pingsan.
Waktu
aku berhenti memikirkan stamina dia dan aku, aku baru sadar kalau
bra-ku sudah dilepasnya. Sekarang dadaku telanjang bulat. Aku malu
setengah mati, mana Raka mulai meremas dadaku lagi, yah pokoknya aku ga
tahu harus bagaimana, aku cuma diam, merem siap menerima apa saja yang
bakal dia lakukan. Tiba-tiba remasan itu berhenti, tapi ada sesuatu yang
hangat di sekitar dadaku, terus berhenti di putingku. Aku melek
sebentar, Raka asik menjilati putingku sambil sesekali mengisap-ngisap.
Aku makin malu, mana ini baru pertama kali aku telanjang di depan cowok,
apalagi dia bukan adik atau kakakku. Wah benaran malu deh.
Lama-lama
aku mulai bisa menikmati bagaimana enaknya permainan lidah Raka di
dadaku, aku mulai berani buka mata sambil melihat bagaimana Raka
menjelajahi setiap lekuk tubuhku. Tapi tiba-tiba aku dikagetkan sesuatu
yang menyentuh selangkanganku. Tepat di bagian vaginaku. Aku ga sadar
mendesah panjang. Rupanya Raka sudah menelanjangiku bulat-bulat. Kali
ini jarinya mengelus-elus vaginaku yang sudah basah sekali. Dia masih
terus menjilati puting susuku yang sudah mengeras sebelum akhirnya dia
pindah ke selangkanganku.
Aku
menarik nafas dalam-dalam waktu lidahnya yang basah dan hangat
pelan-pelan menyentuh vaginaku naik ke klitoris-ku, dan waktu lidahnya
itu menyentuh klitoris-ku, aku ga sadar mendesah lagi, dan tanganku ga
sengaja menyenggol gelas di meja dekat ranjangku. Lalu “Prang..” gelas
akhirnya pecah juga. Raka berhenti, kayaknya dia mau memberesi pecahan
kacanya. Tapi entah kenapa, mungkin karena aku sudah larut dalam nafsu,
aku malah pegang tangannya terus aku menggeleng, “Barkan saja, nanti aku
beresin. Lanjutin.. please..”
Sesudah itu aku lihat Raka nyengir, terus diciumnya bibirku dan dia melanjutkan permainannya di selangkanganku. Raka benar-benar jago mainkan lidahnya, benar-benar bikin aku merem-melek keenakan. Terus di mulai melintir-melintir klitorisku pakai bibirnya. Aku seperti kesetrum ga tahan, tapi Raka malah terus-terusan melintir-melintiri “kacang”-ku itu.
Sesudah itu aku lihat Raka nyengir, terus diciumnya bibirku dan dia melanjutkan permainannya di selangkanganku. Raka benar-benar jago mainkan lidahnya, benar-benar bikin aku merem-melek keenakan. Terus di mulai melintir-melintir klitorisku pakai bibirnya. Aku seperti kesetrum ga tahan, tapi Raka malah terus-terusan melintir-melintiri “kacang”-ku itu.
“Euh.. ah.. ah.. ach.. aw..”
aku
sudah ga tahu bagaimana aku waktu itu, yang jelas mataku buram, semua
serasa mutar-mutar. Badanku lemas dan nafasku seperti orang baru lari
marathon. Aku benar-benar pusing, terus aku memejamkan mataku, ada
lonjakan-lonjakan nikmat di badanku mulai dari selangkanganku, ke
pinggul, dada dan akhirnya bikin badanku kejang-kejang tanpa bisa aku
kendalikan.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Aku
coba atur nafasku, dan waktu aku mulai tenang, aku buka mata, Raka
sudah buka celana dalamnya, dan penisnya yang hampir maksimal langsung
berdiri di depan mukaku. Dia megangi batang penisnya pakai tangan
kanannya, tangan kirinya membelai rambutku. Aku tahu dia mau
di-”karoake”-in, ada rasa jijik juga sih, tapi ga adil dong, dia sudah
muasin aku, masaaku tolak keinginannya.gairahsex.com So aku buka
mulutku, aku jilat sedikit kepala penisnya. Hangat dan bikin aku
ketagihan. Aku mulai berani menjilat lagi, terus dan terus. Raka duduk
di ranjang, kedua kakinya dibiarkan terlentang. Aku duduk di ranjang,
terus aku bungkuk sedikit, aku pegang batang penisnya yang besarnya
lumayan itu pakai tangan kiriku, tangan kananku menahan badanku biar ga
jatuh dan mulutku mulai bekerja.
Mula-mula
cuma menjilati, terus aku mulai emut kepala penisnya, aku hisap sedikit
terus kumasukkan semuanya ke mulutku, ternyata ga masuk, kepala
penisnya sudah menyodok ujung mulutku, tapi masih ada sisa beberapa
senti lagi. Aku ga maksakan, aku gerakkan naik-turun sambil aku hisap
dan sesekali aku gosok batang penisnya pakai tangan kiriku. Raka
sepertiya puas juga sama permainanku, dia mrlihati bagaimana aku
meng-”karaoke”-in dia sambil sesekali membuka mulut sambil sedikit
berdesah. Sekitar 5 menit akhirnya Raka ga tahan, dia berdiri dan
mendorong badanku ke ranjang sampai aku terlentang, dibukanya pahaku
agak lebar dandijilatnya sekali lagi vaginaku yang sudah kebanjiran.
Terus dipegangnya penisnya yang sudah sampai ke ukuran maksimal. Dia
mengarahkan penisnya ke vaginaku, tapi ga langsung dia masukan, dia
gosok-gosokkan kepala penisnya ke bibir vaginaku, baru beberapa detik
kemudian dia dorong penisnya ke dalam. Seperti ada sesuatu yang maksa
masuk ke dalam vaginaku, menggesek dindingnya yang sudah dibasahi
lendir.
Vaginaku
sudah basah, tetap saja ga semua penis Raka yang masuk. Dia ga memaksa,
dia cuma mengocok-ngocok penisnya di situ-situ juga. Aku mulai
merem-melek lagi merasakan bagaimana penisnya menggosok-gosok dinding
vaginaku, benar-benar nikmat. Waktu aku asik merem-melek, tiba-tiba
penis Raka maksa masuk terus melesak ke dalam vaginaku.#AGEN POKER ONLINE
“Aw..
ah..” vaginaku perih bukan main dan aku teriak menahan sakit. Raka
masih menghentak dua atau tiga kali lagi sebelum akhirnya seluruh
penisnya masuk merobek selaput daraku.
“Stt.. tahan sebentar ya, nanti juga sakitnya hilang.” Raka membelai rambutku. Di balik senyum nafsunya aku tahu ada rasa iba juga, karena itu aku bertekad menahan rasa sakit itu, aku menggelengkan kepala,
“Ga apa-apa.. aku ga apa-apa. Terusin saja.. ah..”
“Stt.. tahan sebentar ya, nanti juga sakitnya hilang.” Raka membelai rambutku. Di balik senyum nafsunya aku tahu ada rasa iba juga, karena itu aku bertekad menahan rasa sakit itu, aku menggelengkan kepala,
“Ga apa-apa.. aku ga apa-apa. Terusin saja.. ah..”
Raka
mulai menggerakkan pinggangnya naik-turun. Penisnya menggesek-gesek
vaginaku, mula-mula lambat terus makin lama makin cepat. Rasa sakit dan
perihnya kemudian hilang digantikan rasa nikmat luar biasa setiap kali
Raka menusukkan penisnya dan menarik penisnya. Raka makin cepat dan
makin keras mengocok vaginaku, aku sendiri sudah merem-melek ga tahan
merasakan nikmat yang terus-terusan mengalir dari dalam vaginaku.
“Ga lama lagi.. ga bakalan lama lagi..” Raka ngomong di balik nafasnya yang sudah ga karuan sambil terus mengocok vagina aku.
“Aku juga.. ah.. oh.. sebentar lagi.. ah.. aw.. juga..” aku ngomong ga jelas sekali, tapi maksudnya aku mau ngomong kalau aku juga sudah hampir sampai klimaks. Tiba-tiba Raka mencabut penisnya dari vaginaku, dia tengkurapi aku, aku sendiri sudah lemas ga tahu Raka mau apa, tapi secara naluri aku angkat pantatku ke atas, aku tahan pakai lututku dan kubuka pahaku sedikit. Tanganku menahan badanku biar ga ambruk dan aku siap-siap ditusukdari belakang.
“Aku juga.. ah.. oh.. sebentar lagi.. ah.. aw.. juga..” aku ngomong ga jelas sekali, tapi maksudnya aku mau ngomong kalau aku juga sudah hampir sampai klimaks. Tiba-tiba Raka mencabut penisnya dari vaginaku, dia tengkurapi aku, aku sendiri sudah lemas ga tahu Raka mau apa, tapi secara naluri aku angkat pantatku ke atas, aku tahan pakai lututku dan kubuka pahaku sedikit. Tanganku menahan badanku biar ga ambruk dan aku siap-siap ditusukdari belakang.
Beneran
saja Raka memasukkan penisnya ke vaginaku dari belakang, terus dia
kocok lagi vaginaku. Dari belakang kocokan Raka ga terlalu keras, tapi
makin cepat. Aku sudah sekuat tenaga menahan badanku biar ga ambruk, dan
aku rasakan tangan Raka meremas-remas dadaku dari belakang, terus
jarinya menggosok-gosok puting susuku, bikin aku seperti diserang dari
dua arah, depan dan belakang. Raka kembali mengeluarkan penisnya dari
vaginaku, kali ini dimasukkannya ke anusku. Dia benar-benar memaksakan
penisnya masuk, tapi ga semuanya bisa masuk. Raka sepertinya ga peduli,
dia mengocok anusku seperti mengocok vaginaku, kali ini cuma tangan
kirinya yang meremas dadaku, tangan kanannya sibuk main-main di
selangkanganku, dia masukkan jari tengahnya ke vaginaku dan jempolnya
menggosoki klitorisku.#BANDAR BOLA TERBESAR
Aku
makin merem-melek, anusku dikocok-kocok, klitorisku digosok-gosok,
dadaku diremas-remas dan putingnya dipelintir-pelintir, terus vaginaku
dikocok-kocok juga pakai jari tengahnya. Aku benar-benar ga kuat lagi,
akhirnya aku klimaks, dan aku merasakan Raka juga sampai klimaks, dari
anusku kerasa ada cairan panas muncrat dari penis Raka. Akhirnya aku
ambruk juga, badanku lemas semua. Aku lihat Raka juga ambruk, dia
terlentang di sebelahku. Badannya basah karena keringat terus, kupegang
badanku, ternyata aku juga basah keringatan. Benar-benar kenikmatan yang
luar biasa.gairahsex.com Ga tahu berapa lama aku ketiduran, waktu
akhirnya aku bangun. Aku lihat arloji, sudah jam 2 subuh. Leherku
kering, tapi waktu aku mau minum, aku ingat gelas di kamarku sudah pecah
gara-gara kesenggol. Aku lihat ke lantai, banyak pecahan kaca, terus
aku ambil sapu, aku sapu dulu ke pinggir tembok. Aku turun ke bawah,
maksudnya sih mau ambil minum di bawah, aku masih telanjang sih, tapi
aku cuek saja. Aku pikir si Alif pasti masih tidur soalnya dia pasti
capai juga olah raga malam bareng Si Vivi.
Aku
turun dan mengambil air dingin di kulkas. Kebetulan villanya Vivi
lumayan mewah, ada kulkas dan TV. Aku ambil sebotol Aqua, terus sambil
jalan aku minum. Aku duduk di sofa, rencananya sih aku cuma mau
duduk-duduk sebentar soalnya di kamar panas sekali. Ga tahu kenapa, tapi
aku akhirnya ketiduran dan waktu aku bangun aku kaget setengah mati.
Aku lihatSi Alif dengan santainya turun dari tangga langsung menuju
kulkas, kayaknya mau minum juga.
Aku
bingung harus menutupi badanku pakai apa, tapi aku telat Si Alif sudah
membalik duluan dan dia melongo melihat aku telanjang di depannya. Dia
masih melihatiku waktu aku menutupi selangkanganku pakai tangan, tapi
aku sadar sekarang dadaku kelihatan, makanya tanganku pindah lagi ke
dada, terus pindah lagi ke bawah, aku benar-benar bingung harus
bagaimana, aku malu setengah mati. Alif akhirnya berbalik,
“Sorry, aku pikir kamu masih tidur di kamar. Jadi.. jadi..”
“Ga apa-apa, ini salahku.”
“Ga apa-apa, ini salahku.”
Aku
masih mencari-cari sesuatu untuk menutupi badanku yang telanjang polos,
waktu akhirnya aku juga sadar kalau Alif juga telanjang. Sepertinya dia
pikir aku masih di kamar sama Si Raka, makanya dia cuek saja turun ke
bawah. Aku pikir sudah terlambat untuk malu, toh Alif sudah melihatku
dari atas sampai ke bawah polos tanpa sehelai benangpun, apalagi aku
sudah ga perawan lagi, so malu apa. Cuek saja lah. “Kamu sudah boleh
balik, aku ga apa-apa.” Aku mengambil remot TV terus menyalakan TV. Aku
setel VCD, aku pikir bagus juga aku rileks sebentar sambil nonton TV.
Alif juga sepertinya sudah cuek, dia berbalik tapi ga lagi melongo
melihatiku telanjang, dia duduk sambil ikut nonton TV.#AGEN CASINO ONLINE
Gilanya
yang aku setel malah VCD BF. Tapi sudah tanggung, aku tonton saja,
peduli amat apa kata Si Alif, yang penting aku bisa istirahat sambil
nonton TV.
“Bagaimana semalem?” aku buka percakapan dengan Alif. lalu Dia berbalik,
“Hebat, Vivi benar-benar hebat.” Alif sudah bisa nyengir seperti biasanya. Aku mengangguk,
“Raka juga hebat, aku hampir pingsan dibikinnya.”
“Hebat, Vivi benar-benar hebat.” Alif sudah bisa nyengir seperti biasanya. Aku mengangguk,
“Raka juga hebat, aku hampir pingsan dibikinnya.”
Alif
nyengir lagi, lalu kami ngobrol sambil sesekali menengok TV. Kayaknya
ga mungkin ada cowok yang tahan ngobrol tanpa mikirin apa-apa sama cewek
yang lagi telanjang, apalagi sambil nonton film BF. Tiap kali ngomong
aku tahu mata Alif selalu nyasar ke bawah, ka dadaku yang memang lumayan
menggoda. Aku ga memuji sendiri, tapi memang dadaku cukup oke, ranum
menggoda, bahkan lebih seksi dari kepunyaan Vivi, itu sebabnya Alif ga
berhenti-berhenti melihati dadaku kalau ada kesempatan. Ada sedikit rasa
bangga juga dibalik rasa maluku, dan sekilas kulihat penis Alif yang
mulai tegang. Aku nyengir dan sepertinya Alif tahu apa yang aku
pikirkan.
“Boleh aku pegang, itu juga kalau kamu ga keberatan.” Wah berani juga dia, aku jadi sedikit tersanjung, terus aku mengangguk.
Alif
pindah ke sebelahku, dia peluk aku dan tangannya mulai remas-remas
dadaku. Mula-mula dia sedikit ragu-ragu, tapi begitu tahu kalau aku ga
nolak dia mulai berani dan makin lama makin berani, dan jarinya mulai
nakal memelintir puting susuku. Aku mulai merem-melek sambil memutar
badanku. Sekarang aku duduk di paha Alif berhadap-hadapan. Alif langsung
menyambar putingku dan lidahnya langsung beraksi. Aku sendiri sudah
kebawa nafsu, aku mulai mengocok penisnya pakai tanganku dan sepertinya
Alif juga puas dengan permainanku. Aku mulai terbawa nafsu, dan aku
sudah ga peduli apa yang dia lakukan, yang jelas enak buatku.
Alif
menggendongku, kupikir mau dibawa ke kamar mandi, soalnya kamar di atas
ada Vivi sama Raka, tapi tebakanku keliru. Dia malah menggendongku ke
luar, ke halaman villa. Aku kaget juga, bagaimana kalau ada yang lihat
kami telanjang di luar. Tapi begitu Alif buka pintu luar, aku melihat di
seberang villa, sepasang cowok-cewek lagi sibuk nge-sex. Cewek itu
mendesah-desah sambil sesekali berteriak. Aku lihat lagi ke sekitarnya,
ternyata banyak juga yang nge-sex di sana. Rupanya villa-villa di
sekitar sini memang tempatnya orang-orang nge-sex.#AGEN POKER ONLINE
“Bagaimana? kita kalahkan mereka?” Alif nyengir sambil menggendongku. Aku ikutan nyengir,
“Siapa takut?” terus Alif meniduriku di rumput. Dingin juga sisa air hujan yang masih membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tapi dadaku lebih basah lagi sama liurnya Si Alif. Udara di luar itu benar-benar dingin, sudah di pegunungan, subuh-subuh lagi. Wah ga terbayang bagaimana dinginnya deh. Tapi lama-lama rasa dingin itu hilang, aku malah makin panas dan nafsu, apalagi Alif jago benar mainkan lidahnya. Sayup-sayup aku mendengarkan suara cewek dari villa seberang yang sudah ga karuan dan ga ada iramanya. Aku makin nafsu lagi mendengarnya, tapi Alif sepertinya lebih nafsu lagi, dia itu seperti orang kelaparan yang seolah bakal nelan dua gunung kembarku bulat-bulat.
“Siapa takut?” terus Alif meniduriku di rumput. Dingin juga sisa air hujan yang masih membasahi rumput, punggungku dingin dan basah tapi dadaku lebih basah lagi sama liurnya Si Alif. Udara di luar itu benar-benar dingin, sudah di pegunungan, subuh-subuh lagi. Wah ga terbayang bagaimana dinginnya deh. Tapi lama-lama rasa dingin itu hilang, aku malah makin panas dan nafsu, apalagi Alif jago benar mainkan lidahnya. Sayup-sayup aku mendengarkan suara cewek dari villa seberang yang sudah ga karuan dan ga ada iramanya. Aku makin nafsu lagi mendengarnya, tapi Alif sepertinya lebih nafsu lagi, dia itu seperti orang kelaparan yang seolah bakal nelan dua gunung kembarku bulat-bulat.
Lama
juga Alif main-main sama dadaku, dan akhirnya dia pegang penisnya minta
aku meng-”karaokei”-in itu penis yang besarnya lumayan juga. Gara-gara
tadi malam aku sudah mencoba meng-”karaokei”-in penis Raka, sekarang aku
jadi kecanduan, aku jadi senang juga meng-”karaoke”-in penis, apalagi
kalau besarnya lumayan seperti punya Si Alif. Makanya ga usah disuruh
dua kali, langsung saja aku caplok itu penis. Aku ga mau kalah sama
permainan dia di dadaku, aku hisap itu penis kuat-kuat sampai kepalanya
jadi ungu sekali. Terus kujilati mulai dari kepalanya sampai batang dan
pelirnya juga ga ketinggalan.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Kulihat
Alif melihati bagaimana aku main di bawah sana. Sesekali dia buka mulut
sambil berdesah menahan nikmat. Aku belum puas juga, kukocok batang
penisnya pakai tanganku dan kuhisap-hisap kepalanya sambil kujilati
pelan-pelan. Alif merem-melek juga dan ga lama dia sudah ga tahan lagi,
sepertinya sih mau keluar, makanya dia cepat-cepat melepaskan penisnya
dari mulutku. Aku tahu dia ga mau selesai cepat-cepat, makanya aku ga
ngotot meng-”karaoke”-in penisnya lagi.
Alif
sengaja membiarkan penisnya istirahat sebentar, dia suruh aku
terlentang sambil mengangkang. Aku menurut saja, aku tahu Alif jago
mainkan lidahnya, makanya aku senang sekali waktu dia mulai jilati bibir
vaginaku yang sudah basah sekali. Benar saja, baru sebentaraku sudah
dibikin merem-melek gara-gara lidahnya yang jago sekali itu. Sepertinya
habis semua bagian vaginaku disapu lidahnya, mulai dari bibirnya,
klitorisku, sedikit ke dalam ke daerah dinding dalam, sampai anusku juga
ga ketinggalan dia jilati.
Aku
dengarkan, sepertinya pasangan di seberang sudah selesai main, soalnya
sudah ga kedengaran lagi suaranya, tapi waktu aku lihat ke sana, aku
kaget. Cewek itu lagi meng-”karaoke”-in cowok, tapi bukan cowok yang
tadi. Cowok yang tadi nge-sex sama dia lagimembersihkan penisnya,
mungkin dia sudah puas. Sekarang cewek itu lagi meng-”karaoke”-in cowok
lain, lebih tinggi dari cowok yang tadi. Gila juga itu cewek nge-sex
sama dua cowok sekaligus. Tapi aku tarik lagi omonganku, soalnya aku
ingat-ingat, aku juga sama saja sama dia. Baru selesai sama Raka,
sekarang sama Alif. Wah ternyata aku juga sama gilanya. Aku nyengir
sebentar, tapi terus merem-melek lagi waktu Alif mulai melintir-melintir
klitorisku pakai bibirnya.
Alif
benar-benar ahli, ga lama aku sudah mulai pusing, aku lihat bintang di
langit jadi tambah banyak dan kayaknya mutar-mutar di kepalaku. Aku
benar-benar ga bisa ngontrol badanku. Ada semacam setrum dari
selangkanganku yang terus-terusan bikin aku gila.
“Ah..
ah.. Alif.. Ah.. berhenti dulu Alif.. Ah.. Ah.. Shh..” aku ga tahan
sama puncak nafsuku sendiri. Tapi Alif malah terus-terusan
melintir-melintir klitorisku. Aku benar-benar ga tahan lagi, aku
kejang-kejang seperti orang ayan, tapi sudahnya benar-benar enak sekali,
beberapa menit lewat, semua badanku masih lemas, tapi aku tahu ini
belum selesai.
Sekarang
bagianku bikin Alif merem-melek, makanya aku paksakan duduk dan mulai
menungging di depan Alif. Alif sendiri sepertinya memang sudah ga tahan
ingin mengeluarkan maninya, dia ga menunggu lama lagi, langsung dia
tusukkan itu penis ke vaginaku. Ada sedikit rasa sakit tapi ga sesakit
pertama vaginaku dimasukkan penis Raka. Alif ga menunggu lama lagi, dia
langsung mengocok vaginaku dan tangannya ga diam, langsung disambarnya
dadaku yang makin ranum karena aku menungging. Diremasnya sambil
dipelintir-pelintir putingnya. Aku ga tahan digituin, apalagi badanku
masih lemas, tanganku lemas sekali, untuk menahan hentakan-hentakan
waktu Alif menyodokkan penisnya saja sudah ga kuat. Aku ambruk ke tanah,
tapi Alif masih terus mengocokku, dari belakang.#AGEN POKER ONLINE
“Ah..
euh.. ah.. aw..” aku cuma bisa mendesah setiap kali Alif menyodokkan
penisnya ke vaginaku. Aku coba mengangkat badanku tapi aku ga kuat,
akhirnya aku menyerah, aku biarkan badanku ambruk seperti gitu. Alif
memutarkan badanku, terus disodoknya lagi vaginaku dari depan. Aku sudah
ga bisa ngapa-ngapain, setiap kali Alif menyodokkan penisnya selain
dinding vaginaku yang tergesek, klitorisku juga tergesek-gesek, makanya
aku makin lemas dan merem-melek keenakan.
Alif
memegang kaki kiriku, terus diangkatnya ke bahu kanannya, terus dia
mengangkat kaki kananku, diangkatnya ke bahu kirinya. Aku diam saja, ga
bisa menolak, posisi apa yang dia ingin terserah, pokoknya aku ingin
cepat-cepat disodok lagi. Aku ga tahan ingin langsung dikocok. Ternyata
keinginanku terkabul, Alif menyodokku lagi, kakiku dua-duanya terangkat,
mengangkang lagi, makanya vaginaku terbuka lebih lebar dan Alif makin
leluasa mengocok-ngocokkan penisnya. Vaginaku diaduk-aduk dan aku bahkan
sudah ga bisa lagi berdesah, aku cuma bisa buka mulut tapi ga ada suara
yang keluar.
“Aku mau keluar, aku mau keluar..” Alif membisikkan sambil ngos-ngosan dan masih terus mengocokku.
“Jangan di.. jangan di dalam. Ah.. ah.. oh.. aku.. aku ga mau.. hamil.”
Aku cuma bisa ngomong gitu, seenggannya maksud aku ngomong gitu, aku ga tahu apa suaraku keluar atau ga, pokoknya aku sudah usaha, itu juga sudah aku paksa-paksakan. Aku gatahu apa Alif ngerti apa yang aku omongin, tapi yang jelas dia masih terus mengocokku.
“Jangan di.. jangan di dalam. Ah.. ah.. oh.. aku.. aku ga mau.. hamil.”
Aku cuma bisa ngomong gitu, seenggannya maksud aku ngomong gitu, aku ga tahu apa suaraku keluar atau ga, pokoknya aku sudah usaha, itu juga sudah aku paksa-paksakan. Aku gatahu apa Alif ngerti apa yang aku omongin, tapi yang jelas dia masih terus mengocokku.
Baru
beberapa detik lewat, dia mencabut penisnya, kakiku langsung ambruk ke
tanah. Alif mengangkang di perutku, dan dia selipkan penisnya ke
sela-sela dadaku yang sudah montok sekali soalnya aku sudah dipuncak
nafsu. Kujepit penisnya pakai dadaku, dan Alif mengocok-ngocok seolah
masih di dalam vaginaku. Ga lama maninya muncrat ke muka dan sisanya di
dadaku. Aku sendiri klimaks lagi, kulepaskan tanganku dari dadaku,
maninya mengalir ke leherku, dan mani yang di pipiku mengalir ke
mulutku. Aku bahkan ga bisa menutup mulutku, aku terlalu lemas. Aku
biarkan saja maninya masuk dan aku telan saja sekalian.
Belum
habis lemasku, Alif sudah menempelkan penisnya ke bibirku. Aku
memaksakan menjilati penisnya sampai bersih terus aku telan sisa
maninya. Alif menggendongku ke dalam, terus dia membaringkanku di sofa.
Aku lemas sekali makanya aku ga ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Yang jelas baru jam 8.00 aku baru bangun. Begitu aku buka mata, aku
sadar aku masih telanjang. Aku memaksakan duduk, dan aku kaget kenapa
aku ada di kamar Vivi. Terus yang bikin aku lebih kaget lagi, aku lihat
sebelah kiriku Alif masih tidur sedangkan di kananku Raka juga masih
tidur. Mereka berdua juga masih telanjang seperti aku.#BANDAR BOLA TERBESAR
Belum
habis kagetku, Vivi keluar dari kamar mandi di kamarku, dia lagi
mengeringkan rambutnya dan sama-sama masih telanjang. Baru akhirnya aku
tahu kalau semalam Vivi bangun dan melihat aku lagi nge-sex sama Alif.
dia sih ga marah, soalnya yang penting buat dia Alif cinta sama dia,
soal Alif memuaskan nafsu sama siapa, ga masalah buat dia. Ternyata Vivi
melihat dari jendela bagaimana aku sama Alif nge-sex dan Raka yang juga
bangun subuh-subuh kaget melihat aku lagi nge-sex sama Alif. Dia keluar
kamar, sepertinya mau melihat apa benar aku lagi nge-sex sama Alif,
tapi dia sempat menengok ke kamar sebelah dan melihat Vivi yang lagi
nonton aku sama Alif nge-sex dari jendela. Raka langsung dapat ide, so
dia masuk ke dalam dan mengajak Vivi nge-sex juga. Singkat cerita mereka
akhirnya nge-sex juga di kamar. Dan waktu aku sama Alif selesai, Alif
menggendongku ke atas dan melihat Raka sama Vivi baru saja selesai
nge-sex. Makanya kami berempat akhirnya tidur bareng di kamarnya
telanjang bulat.
Hehehe,
ga masalah, kami berempat malah makin dekat. Nanti malam juga kami
bakalan nge-sexlagi berempat, ga masalah buat aku Raka atau Alif yang
jadi pasanganku, yang penting aku puas. Ga masalah siapa yang muasin
aku.
Seperti
rencana kami semula, malam itu juga kami nge-sex berempat
bareng-bareng. Asik juga sekali-kali nge-sex bareng seperti gitu. Raka
masih tetap oke walaupun dia sudah ngocok Vivi duluan. Aku masih
kewalahan menghadapi penisnya yang memang gila itu. Alif juga ga kalah,
biarkan dia masih ngos-ngosan waktu selesai ngocok aku, dia langsung
sambar Vivi yang juga baru selesai sama Raka. Terus kami nge-sex lagi
sampai akhirnya sama-sama puas. Aku puas sekali, soalnya baru kali ini
aku dipuasi dua cowok sekaligus tanpa jeda. Baru saja selesai satu, yang
satunya sudah menyodok-nyodok penisnya ke vaginaku. Pokoknya
benar-benar puas sekali deh aku.
Masuk
ke cerita, malam ini kami rencana ga akan nge-sex lagi, soalnya sudah
capai sekali dua hari gituan melulu. Makanya Raka sama Alif langsung
menghilang begitu matahari mulai teduh. Mereka sih pasti main bola lagi,
ga bakalan jauh dari itu. Vivi menghabiskan waktunya di villa, kayaknya
dia capai sekali, hampir seharian dia di kamar. Aku jadi bosan
sendirian, makanya aku putuskan aku mau jalan-jalan. Kebetulan di dekat
situ ada air terjun kecil. Akurencana mau menghabiskan hari ini berendam
di sana, biar badanku segar lagi dan siap tempur lagi. Aku ga langsung
ke air terjun, aku jalan-jalan dulu mengelilingi kompleks villa itu.
Besar juga, dan villanya keren-keren. Ada yang mirip kastil segala.
Sepanjang jalan aku ketemu lumayan banyak orang, rata-rata sih
orang-orang yang memang lagi menghabiskan waktu di villa sekitar sini.
Hampir semua orang yang ketemu melihati aku. Dari mulai cowok keren yang
adadi halaman villanya, om-om genit yang sibuk menggodai cewek yang
lewat sampai tukang kebun di villa juga melihati aku. Aku sih cuma
nyengir saja membalas mata-mata keranjang mereka.
Ga
aneh sih kalau mereka melihatiku, masalahnya aku memang pakai baju
pas-pasan, atasanku kaos putih punyanya Si Vivi yang kesempitan soalnya
kamarku dikunci dan kuncinya terbawa Raka. Aku malas mencari dia,
makanya aku pakai saja kaos Si Vivi yang ada di meja setrika. Itu juga
aku ga pakai bra, soalnya bra Vivi itu sempit sekali di aku. memang sih
dadaku jadi kelihatan nonjol sekali dan putingnya kelihatan dari balik
kaos sempit itu, tapi aku cuek saja, siapa yang malu, ini kan kawasan
villa buat nge-sex, jadi suka-suka aku dong.
Oh
ya aku jadi lupa, bawahan aku lebih gila lagi. Aku ga tega membangunkan
Vivi cuma untuk minjam celana atau rok, kebenaran saja ada Samping Bali
pengasih Raka bulan lalu, ya aku pakai saja. Aku ikat di kananku, tapi
tiap kali aku melangkah, paha kananku jadi terbuka, ya cuek saja lah.
Apa salahnya sih memarkan apa yang bagus yang aku punya, benar ga?#AGEN CASINO ONLINE
Singkat
cerita, aku sampai ke air terjun kecil itu. Aku jalan-jalan mencari
tempat yang enak buat berendam. Kaosku mulai basah dan dadaku makin
jelas kelihatan, apalagi Samping yang aku pakai, sudah basah benar-benar
kena cipratan air terjun. Enak juga sih segar, tapi lama-lama makin
susah jalannya, soalnya Samping aku jadi sering keinjak. Aku jadi ingin
cepat-cepat berendam, soalnya segar sekali airnya, dan waktu aku menemui
tempat yang enak, aku siap-siap berendam, aku lepas sandalku. Tapi
waktu aku mau melepas Samping-ku tiba-tiba ada tangan yang memegang
bahuku, aku berbalik ternyata seorang cowok menodongi pisau lipat ke
leherku. Aku kaget camput takut, tapi secara naluri aku diam saja,
salah-salah leherku nanti digoroknya.
“Mau..
mau apa lo ke gue?” aku tanya ke orang yang lagi nodong pisau ke aku.
Aku ga berani lihat mukanya, soalnya aku takut sekali. Ternyata cowok
itu ga sendiri, seorang temannyamuncul dari balik batu, rupanya mereka
memang sudah ngincar aku dari tadi. Temannya itu langsung buka baju dan
celana jeans-nya. Aku tebak kalau mereka mau memperkosa aku. Ternyata
tebakanku benar, orang yang menodongi pisau bicara,
“Sekarang
lo buka semua baju lo, cepet sebelum kesabaran gue habis!” Aku jadi
ingat bagaimana korban-korban perkosaan yang akulihat di TV, aku jadi
ngeri. Jangan-jangan begitu mereka selesai perkosa aku, aku dibunuh.
Makanya aku beranikan diri ngomong kalau aku ga keberatan muasin mereka
asal mereka ga bunuh aku.
“Oke..
oke, aku buka baju. Kalem saja, aku ga masalah muasin elu berdua, tapi
ga usah pakai nodong segala dong.” Aku berusaha ngomong, padahal aku
lagi takut setengah mati. Orang yang nodongin pisau malah membentak aku,
“Goblok, mana ada cewek mau diperkosa, elu jangan macem-macem ya!” Aku makin takut, tapi otakku langsung bekerja, “Santai dong, emangnya gue berani pakai baju ginian kalau gue ga siap diperkosa orang? Lagian apa gue bisa lari pakai samping kayak ginian?” Kedua orang itu melihat aku, terus akhirnya pisau itu dilipat lagi. Aku lega setengah mati, tapi ini belum selesai, aku masih harus puasin mereka dulu.#AGEN POKER ONLINE
“Goblok, mana ada cewek mau diperkosa, elu jangan macem-macem ya!” Aku makin takut, tapi otakku langsung bekerja, “Santai dong, emangnya gue berani pakai baju ginian kalau gue ga siap diperkosa orang? Lagian apa gue bisa lari pakai samping kayak ginian?” Kedua orang itu melihat aku, terus akhirnya pisau itu dilipat lagi. Aku lega setengah mati, tapi ini belum selesai, aku masih harus puasin mereka dulu.#AGEN POKER ONLINE
Aku mulai buka Samping-ku,
“Maunya bagaimana, berdua sekaligus atau satu-satu?” Orang yang tadi nodongin pisau melihat ke orang yang satunya, “Eloe dulu deh. Gue lagi ga begitu mood.” Temannya mengangguk-angguk dan langsung mencaplok bibirku. Aku lihat-lihat, ganteng juga nih orang. Aku balas ciumannya, dia sepertinya mulai lebih halus, pelan-pelan dia remas dadaku dan tahu-tahu aku sudah ditiduri di atas batu yang lumayan besar. Dia ga langsung main sodok, dia lebih senang main-main sama dadaku, makanya aku jadi lebih rileks, so aku bisa menikmati permainannya.
“Maunya bagaimana, berdua sekaligus atau satu-satu?” Orang yang tadi nodongin pisau melihat ke orang yang satunya, “Eloe dulu deh. Gue lagi ga begitu mood.” Temannya mengangguk-angguk dan langsung mencaplok bibirku. Aku lihat-lihat, ganteng juga nih orang. Aku balas ciumannya, dia sepertinya mulai lebih halus, pelan-pelan dia remas dadaku dan tahu-tahu aku sudah ditiduri di atas batu yang lumayan besar. Dia ga langsung main sodok, dia lebih senang main-main sama dadaku, makanya aku jadi lebih rileks, so aku bisa menikmati permainannya.
“Ah..
yeah.. ah.. siapa.. siapa nama loe?” aku tanya dibalik
desahan-desahanku menahan nikmat. Dia nyengir, mirip sekali Si Alif, dia
terus membuka celana dalam birunya, dan penisnya yang sudah tegang
sekali langsung nongol seperti sudah ga sabar ingin menyodokku. Ga usah
disuruh, aku langsung jongkok, tanganku memegang batangnya dan ternyata
masih menyisa sekitar 5 – 7 senti. Aku jilat kepala penisnya terus aku
kulum-kulum penisnya. Dia mulai menikmati permainanku,
“Oke..
terus.. terus.. Yeah..” Ternyata ada juga cowok yang suka
berdesah-desah kayak gitu kalau lagi nge-sex. Aku berhenti sebentar,
“Belum dijawab?”
“Oh, sorry. Nama gue Jeff.”
Dia menjawab sambil terus merem-melek menikmati penisnya yang aku kulum dan kuhisap-hisap. Kulihat-lihat sepertinya aku kenal suaranya.
“Belum dijawab?”
“Oh, sorry. Nama gue Jeff.”
Dia menjawab sambil terus merem-melek menikmati penisnya yang aku kulum dan kuhisap-hisap. Kulihat-lihat sepertinya aku kenal suaranya.
“Elo tinggal di sini juga ya, elu yang lusa kemarin ngentot di halaman villa?” Jeff kaget juga waktu aku ngomong gitu.
“Memang elu tahu dari mana?” Aku nyengir terus aku teruskan lagi menghisap penisnya yang sudah basah sekali sama liurku. Aku berhenti lagi sebentar,
“Memang elu tahu dari mana?” Aku nyengir terus aku teruskan lagi menghisap penisnya yang sudah basah sekali sama liurku. Aku berhenti lagi sebentar,
“Gue lihat elu. Gila lu ya! berdua ngentotin cewek, keliatannya masih kecil lagi.” Jeff nyengir,
“Itu adik kelas gue, dia baru 15 tahun, tapi bodinya oke sekali. Gue ajakin ke sini, dan gue entot bareng Si Lex. Dia sendiri sepertinya suka digituin sama kami berdua.” Aku ga meneruskan lagi, aku berhenti dan langsung cari posisi yang enak buat nungging. Jeff mengerti maksudku, dia langsung menyodok penisnya ke vaginaku bareng sama suara eranganku. Terus dia mulai mengocok, mulanya sih pelan-pelan terus tambah cepat. Terus dan terus, aku mulai merem-melek dibikinnya. Terus dia cabut penisnya, aku digendong dan dia masukkan penisnya lagi ke vaginaku. Terus dia mengocok aku sambil bediri, seperti gaya ngocoknya Tom Cruise di film Jerry Maguire. Vaginaku seperti ditusuk-tusuk keras sekali dan aku makin merem-melek dibuatnya. Dan akhirnya aku ga tahan lagi, aku kejang-kejang dan aku menjerit panjang. Pandanganku kabur, dan aku pusing. Aku hampir saja jatuh kalau Jeff ga cepat-cepat memegangi pinggangku.#AGEN BOLA TERPERCAYA
“Itu adik kelas gue, dia baru 15 tahun, tapi bodinya oke sekali. Gue ajakin ke sini, dan gue entot bareng Si Lex. Dia sendiri sepertinya suka digituin sama kami berdua.” Aku ga meneruskan lagi, aku berhenti dan langsung cari posisi yang enak buat nungging. Jeff mengerti maksudku, dia langsung menyodok penisnya ke vaginaku bareng sama suara eranganku. Terus dia mulai mengocok, mulanya sih pelan-pelan terus tambah cepat. Terus dan terus, aku mulai merem-melek dibikinnya. Terus dia cabut penisnya, aku digendong dan dia masukkan penisnya lagi ke vaginaku. Terus dia mengocok aku sambil bediri, seperti gaya ngocoknya Tom Cruise di film Jerry Maguire. Vaginaku seperti ditusuk-tusuk keras sekali dan aku makin merem-melek dibuatnya. Dan akhirnya aku ga tahan lagi, aku kejang-kejang dan aku menjerit panjang. Pandanganku kabur, dan aku pusing. Aku hampir saja jatuh kalau Jeff ga cepat-cepat memegangi pinggangku.#AGEN BOLA TERPERCAYA
Aku
lagi nikmati puncak kepuasanku, tiba-tiba seorang sedang mendekatiku,
sepertinya sekarang dia nafsu sekali gara-gara mendengarkan
desahan-desahanku. Dia sudah telanjang dan penisnya sudah tegang sekali.
Aku tahu dari mukanya kalau dia sedikit kasar, makanya aku ga banyak
cing-cong lagi, aku langsung maksakan bangun dan jongkok
meng-”karaoke”-in penisnya. Penisnya sih ga besar-besar sekali, tapi aku
ngeri juga melihat otot-otot di sekitar paha dan pantatnya.
Jangan-jangan dia kalau ngocok sekeras-kerasnya. Bisa-bisa vaginaku
jebol.
Lama
juga aku meng-”karaoke”-in penisnya, dan akhirnya dia suruh aku
berhenti. Aku menurut saja, dan langsung ambil posisi menungging. Aku
sudah pasrah kalau dia bakal menyodok-nyodok vaginaku, tapi kali ini
tebakanku salah. Dia ga masukkan penisnya ke vaginaku, tapi langsung ke
anusku. “Ah.. aduh..” anusku sakit soalnya sama sekali ga ada persiapan.
Tapi rupanya Lex ga peduli, dia tetap maksakan penisnya masuk dan
memang akhirnya masuk juga. Walaupun penisnya kecil tapi kalau dipakai
nyodok anus sih ya sakit juga. Benar dugaan aku, dia kalau nyodok keras
sekali terus ga pakai pemanasan-pemanasan dulu, langsung kecepatan
tinggi. Aku cuma bisa pasrah sambil menahan perih di anusku. Dadaku
goyang-goyang tiap kali dia menyodok anusku, dan sepertinya itu membuat
dia makin nafsu. Dia tambah kecepatan dan mulai meremas dadaku.
Benar-benar
kontras, dia mengocok anusku cepat dan keras, tapi dia meremas dadaku
halus sekali dan sesekali melintir-melintir putingnya. Mendadak rasa
sakit di anusku hilang, aku mulai merasakan nikmatnya permainan
tangannya di dadaku. Belum habis aku nikmati dadaku diremas-remas,
tangan kirinya turun ke vaginaku dan langsung menyambar klitorisku,
mulai dari digosok-gosok sampai dipelintir-pelintir. Rasa sakit
kocokannya sudah benar-benar hilang, sekarang aku cuma merasakan
nikmatnya seluruh tubuhku.
Aku
mulai merem-melek kegilaan dan akhirnya aku sampai ke puncak yang kedua
kalinya hari itu, dan bersamaan puncak kenikmatanku, aku merasakan
cairan hangat muncrat di anusku, aku tahu Lex juga sudah sampai puncak
dan aku sudah lemas sekali, akhirnya aku ambruk. Mungkin aku kecapaian
soalnya tiga hari ini aku terus-terusan mengocok, ga sama satu orang
lagi, selalu berdua. Aku masih sempat lihat Jeff menggendong aku sebelum
akhirnya aku pingsan. Aku ga tahu aku dimana, tapi waktu aku bangun,
aku kaget melihat Raka lagi mengocok cewek. Cewek itu sendiri sibuk
mengulum-ngulum penisnya Alif. Aku paksakan berdiri, dan waktu aku lihat
di sofa sebelah, ada pemandangan yang hampir sama, bedanya Jeff yang
lagi sibuk mengocok cewek dan aku lihat-lihat ternyata cewek itu Vivi.
Vivi juga sibuk mengulum-ngulum penis Lex. Aku jadi bingung, tapi aku
tetap diam sampai mereka selesai main.#AGEN POKER ONLINE
Terus
aku dikenali sama cewek mungil yang tadi nge-sex bareng Raka dan Alif,
namanya Angel. Aku baru ingat kalau tadi aku pingsan di air terjun habis
muasin Jeff sama Lex. Ternyata Jeff bingung mau bawa aku ke mana,
kebenaran Raka dan Alif lewat. Mereka sempat ribut sebentar, tapi
akhirnya akur lagi, dengan catatan mereka bisa menyicipi Angel ceweknya
Jeff sama Lex. Angel sendiri setuju saja sama ajakan Raka sama Alif, dan
waktu mereka lagi mengocok, Vivi kebetulan lewat. Alif memanggil dia
dan dikenali sama Jeff dan Lex, terus mereka akhirnya nge-sex juga.
Makin asik juga, sekarang tambah lagi satu cewek dan dua cowok di
kelompok kami, dan seterusnya kami jadi sering main ke villa itu untuk
muasin nafsu kami masing-masing.
0 Response to "Cerita Dewasa Villa Cinta"
Posting Komentar